Kemarau Panjang, Buruh Tandur di Wonosari Klaten Kehilangan Penghasilan, Polresta Salurkan Sembako

Berita, Sosial280 Views

INFOKLATEN.COM – Kemarau panjang tidak hanya membuat sumur warga kering. Di Desa Bener, Kecamatan Wonosari, Klaten, buruh tandur (buruh tanam padi) ikut kehilangan penghasilan karena banyak sawah belum bisa ditanami.

Untuk meringankan beban mereka, Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polresta Klaten menyalurkan bantuan sembako di Desa Bener pada Kamis (24/9/2026). Menurut Solopos dan Disway Jateng, bantuan terdiri atas 20 paket beras dan 25 paket telur untuk warga terdampak kekeringan, terutama buruh tandur.

Tidak ada tanam, tidak ada upah

Kasatbinmas Polresta Klaten, AKP Sriyanto, mengatakan buruh tandur menjadi kelompok yang paling terdampak. “Yang paling terdampak adalah buruh tandur karena mata pencahariannya bergantung pada aktivitas menanam,” ujarnya, seperti dikutip Disway Jateng.

Upah buruh tandur dan derep (buruh panen) bergantung pada musim tanam dan panen. Ketika air irigasi tidak cukup dan sawah dibiarkan kosong, pekerjaan itu ikut hilang. Salah satu buruh tandur, Sarisni, mengaku saat ini belum mendapat penghasilan dari pekerjaan tersebut.

Kepala Desa Bener, Suparni, turut mendampingi penyaluran bantuan. Polresta Klaten menyebut penyaluran di Bener baru tahap awal. Bantuan serupa direncanakan menjangkau kecamatan lain melalui kapolsek dan Bhabinkamtibmas di tiap wilayah.

Baca juga:

Bantuan air bersih juga berjalan

Sebelumnya, Polresta Klaten juga mengirim bantuan air bersih. Situs resmi Polresta Klaten mencatat, pada 14 September 2026 Satbinmas mendistribusikan 40.000 liter air bersih (lima tangki masing-masing 8.000 liter) ke Dukuh Kaponan dan Mindi, Desa Kaligayam, Kecamatan Wedi. Bantuan itu untuk 280 kepala keluarga yang sudah sekitar dua bulan kesulitan air.

Di tingkat kabupaten, BPBD Klaten juga terus mendistribusikan air bersih ke desa-desa terdampak, dengan Kemalang sebagai kecamatan penerima terbanyak.

Yang bisa dilakukan warga

  • Laporkan kekurangan air bersih ke pemerintah desa agar diteruskan ke BPBD Klaten.
  • Hemat pemakaian air sumur dan tampungan selama kemarau.
  • Hindari membakar sampah atau jerami di lahan kering karena rawan memicu kebakaran lahan.

Sumber: Solopos; Disway Jateng (24/9/2026); Polresta Klaten.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *