Mesin Cuci Bau Apek? Ini Penyebab dan 7 Cara Membersihkannya di Klaten

Ekonomi69 Views

KLATEN, infoklaten.com — Mesin cuci yang dipakai hampir setiap hari bisa menimbulkan masalah yang menjengkelkan: bau apek yang menempel di tabung dan ikut terbawa ke pakaian yang baru dicuci. Pakaian sudah dicuci, tetapi aromanya justru tidak segar.

Bau apek itu umumnya berasal dari sisa deterjen dan pelembut yang menumpuk, kelembapan yang terperangkap di dalam tabung, serta jamur yang tumbuh di karet pintu, laci deterjen, dan saluran pembuangan.

Kabar baiknya, membersihkan mesin cuci tidak selalu harus memanggil teknisi. Dengan bahan sederhana yang ada di dapur dan waktu sekitar satu jam, warga Klaten bisa melakukannya sendiri di rumah.

Baca juga:

Penyebab Mesin Cuci Bau Apek

Sebelum membersihkan, kenali dulu sumber baunya. Pertama, sisa deterjen yang berlebihan tidak terbilas sempurna dan mengendap menjadi lendir di tabung dan selang. Kedua, pintu mesin yang selalu tertutup setelah mencuci membuat bagian dalam tetap lembap, kondisi ideal bagi jamur dan bakteri. Ketiga, laci deterjen dan filter pompa jarang dibersihkan sehingga menjadi sarang kotoran.

7 Cara Membersihkan Mesin Cuci

1. Cuci kosong dengan air panas dan cuka. Jalankan satu siklus tanpa pakaian pada suhu terpanas. Tambahkan satu hingga dua cangkir cuka putih ke dalam tabung, atau sekitar 100 gram asam sitrat bila tersedia.

2. Bersihkan karet pintu. Buka lipatan karet di sekeliling pintu dan lap dengan kain yang dibasahi larutan cuka. Sikat perlahan bagian yang berlendir atau berjamur, lalu lap hingga kering.

3. Rendam laci deterjen. Lepaskan laci deterjen, rendam dalam air hangat selama 15–30 menit, lalu sikat sisa deterjen yang mengeras. Bilas dan keringkan sebelum dipasang kembali.

4. Bersihkan filter pompa pembuangan. Filter biasanya terletak di bagian bawah depan mesin. Siapkan wadah dan handuk karena air bisa menetes. Keluarkan filter, buang serat dan kotoran yang menumpuk, bilas, lalu pasang kembali.

5. Biarkan pintu terbuka setelah mencuci. Biarkan pintu atau tutup mesin terbuka beberapa jam setelah mencuci agar bagian dalam mengering. Kebiasaan sederhana ini sangat efektif mencegah jamur tumbuh kembali.

6. Kurangi takaran deterjen. Deterjen yang terlalu banyak justru meninggalkan residu. Gunakan takaran sesuai petunjuk kemasan, dan pilih deterjen yang sesuai dengan jenis mesin, misalnya deterjen rendah busa untuk mesin otomatis.

7. Jadwalkan pembersihan rutin sebulan sekali. Ulangi cuci kosong dan pembersihan karet serta laci deterjen minimal sebulan sekali. Perawatan rutin membuat mesin lebih awet dan pakaian tetap wangi.

Kapan Harus Memanggil Teknisi

Bila bau tetap muncul setelah semua langkah di atas, atau disertai bunyi kasar dan air yang tidak terbuang, kemungkinan ada kerusakan pada pompa atau komponen lain. Dalam kondisi itu, hubungi teknisi resmi daripada membongkar sendiri.

Dengan perawatan yang tepat, mesin cuci di rumah bisa tetap bersih, pakaian harum, dan usia mesin lebih panjang.

Sumber: panduan perawatan mesin cuci dari produsen dan panduan perawatan peralatan rumah tangga.

Info Belanja

Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *