Minyak Goreng Cepat Tengik? 7 Cara Menyimpannya agar Awet di Klaten

Ekonomi91 Views

KLATEN, infoklaten.com — Minyak goreng yang baru dibuka rasanya masih netral, tetapi setelah beberapa minggu disimpan, aromanya bisa berubah tengik dan rasanya pahit. Padahal minyak itu belum habis dan masih terlihat jernih. Kondisi ini sering dialami warga, terutama yang membeli minyak dalam kemasan besar untuk stok dapur.

Minyak tengik bukan sekadar soal rasa. Minyak yang sudah rusak kualitasnya membuat gorengan berbau tidak sedap. Karena itu, cara menyimpan minyak sama pentingnya dengan memilih minyak yang bagus.

Penyebab utama minyak cepat tengik adalah paparan panas, cahaya, dan udara. Minyak yang disimpan di dekat kompor, di botol terbuka, atau di wadah yang sering dibuka-tutup akan lebih cepat rusak. Sisa remah gorengan dan air yang masuk ke dalam minyak juga mempercepat kerusakan.

Baca juga:

Kenapa Minyak Goreng Bisa Tengik

Minyak goreng mengandung lemak yang peka terhadap oksigen, cahaya, dan panas. Ketiga faktor ini memicu oksidasi, yaitu proses yang mengubah aroma dan rasa minyak menjadi tengik.

Menyimpan minyak di dekat kompor adalah kesalahan yang paling sering terjadi. Uap panas dari masakan membuat suhu minyak naik-turun setiap hari. Begitu juga dengan botol bening yang diletakkan di rak terbuka dan terkena sinar matahari langsung.

Kebiasaan lain yang merusak minyak adalah menuang kembali sisa minyak bekas menggoreng ke dalam botol minyak baru. Minyak bekas mengandung remah makanan dan air yang mempercepat ketengikan seluruh isi botol.

7 Cara Menyimpan Minyak Goreng agar Awet

Pertama, simpan minyak di tempat sejuk dan gelap, jauh dari kompor dan jendela. Lemari dapur yang tertutup adalah tempat yang ideal.

Kedua, tutup botol selalu rapat setelah dipakai. Udara yang masuk ke dalam botol mempercepat oksidasi. Bila kemasan asli sudah rusak atau sulit ditutup, pindahkan minyak ke botol kaca atau wadah stainless yang bertutup rapat.

Ketiga, jangan mencampur minyak baru dengan minyak bekas. Minyak bekas pakai sebaiknya disimpan terpisah, disaring dulu dari remah gorengan, dan dipakai dalam waktu singkat. Bila aromanya sudah tengik, jangan lagi dipakai.

Keempat, gunakan botol berukuran kecil untuk pemakaian harian. Botol besar yang dibuka setiap hari membuat seluruh stok minyak terpapar udara berulang kali.

Kelima, pakai sendok dan corong yang bersih dan kering setiap kali menuang minyak. Air sekecil apa pun yang masuk ke dalam botol bisa memicu kerusakan dan membuat minyak cepat berbau.

Keenam, jauhkan minyak dari bahan berbau tajam. Minyak mudah menyerap aroma dari sekitarnya, sehingga menyimpannya di dekat bawang atau terasi bisa mengubah aromanya.

Ketujuh, perhatikan aroma minyak sebelum dipakai. Bila baunya sudah tengik, pahit, atau menyengat, sebaiknya minyak tidak lagi digunakan.

Tanda Minyak Sudah Tidak Layak Pakai

Minyak yang sudah tengik biasanya tercium dari aromanya yang apek dan menusuk, berbeda dari aroma netral minyak baru. Warnanya bisa menjadi lebih gelap dan meninggalkan rasa pahit pada gorengan. Minyak yang sudah seperti ini sebaiknya dibuang, jangan dicampur dengan minyak baru.

Sumber: panduan umum penyimpanan minyak goreng rumah tangga. Tips ini bersifat umum; sesuaikan dengan kondisi dapur masing-masing.

Info Belanja:

Website: https://www.klatenshop.com

Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *