KLATEN, infoklaten.com — Perbaikan jalan lingkar barat Delanggu ditargetkan rampung pada 11 Desember 2026. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Klaten, Mahanni Yulindha Pratiwi, bersama tim teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Klaten mengecek langsung progres perbaikan ruas tersebut pada Senin (2/11/2026).
Perbaikan jalan lingkar Delanggu menggunakan teknik baru untuk memperkuat lapisan atas jalan. Metode ini diklaim menjadi yang pertama diterapkan di Klaten, setelah ruas tersebut berkali-kali diperbaiki namun cepat rusak kembali.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Klaten, Tri Siwidodo, menjelaskan perbaikan dikerjakan dalam rentang 115 hari. Hingga pengecekan dilakukan, progresnya sudah mencapai 69 persen, dengan sisa waktu sekitar 40 hari menuju target 11 Desember 2026. Ruas yang diperbaiki sepanjang 1,7 kilometer dari total panjang 3 kilometer, membentang dari traffic light Subterminal Delanggu hingga traffic light di dekat SPBU Krecek, dengan pagu anggaran sekitar Rp2,5 miliar.
Baca juga:
- Jalan Rusak di Klaten? Ini Cara Melaporkannya Lewat HP
- Talud 855 Meter di Trucuk Klaten, Ini Peran bagi Ketahanan Jalan Desa
- Jalan Krajan-Pomah Klaten Rawan Laka, Plt Bupati Janji Tambah PJU 2027
Metode Baru LTBA, Pertama di Klaten
Linda Benny menjelaskan, selama ini perbaikan di ruas tersebut hanya menumpuk aspal cukup tebal, sekitar 5 sentimeter. Namun, karena musim hujan dan kontur tanah yang tidak menentu, kerusakan signifikan kerap muncul tak lama setelah perbaikan.
Pada perbaikan kali ini, tim menggunakan metode baru dengan tebal hanya 2 sentimeter dan campuran semen. Harapannya, lapisan jalan menjadi lebih rapat, lebih aman, dan tanpa sliding atau pergeseran lapisan. Kalaupun ada kerusakan atau pemeliharaan di kemudian hari, dampaknya diharapkan tidak signifikan dan tidak membahayakan pengguna jalan.
Tri Siwidodo menambahkan, tahapan pekerjaan diawali dengan mengupas aspal lama serta mengecek cor beton lama. Beberapa lokasi yang cor betonnya rusak diperbaiki terlebih dahulu. Setelah itu, jalan ditutup aspal baru dengan konstruksi baru bernama LTBA atau Lapis Tipis Beton Aspal setebal 2 sentimeter, dengan lebar jalan 6 meter dan 10 hingga 12 meter di ujung dekat Subterminal Delanggu.
Menurut Tri, LTBA berbeda dari pekerjaan aspal biasa yang murni campuran aspal dan agregat. Pada metode ini, campuran semen ditambahkan agar konstruksi lebih kuat dan tidak mudah sliding. Penguatan ini penting karena ruas lingkar Delanggu kerap dilalui kendaraan berat, sehingga jalan yang baru diperbaiki sering kembali rusak dan bergelombang.
Dampak bagi Warga dan Pengguna Jalan
Linda berharap perbaikan selesai tepat waktu dan konstruksinya jauh lebih baik. Sebelum tahun baru, angkutan umum diharapkan sudah bisa melintasi jalan tersebut dengan nyaman. Jalan lingkar Delanggu juga disiapkan untuk menghadapi Lebaran, karena ruas ini biasa dipakai sebagai jalur pengalihan agar jalur Solo-Jogja tidak macet.
Harapan serupa disampaikan warga Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Widodo, 50 tahun. Ia menyebut kondisi jalan terutama dari Subterminal Delanggu hingga simpang tiga di wilayah Sribit kerap rusak tak lama setelah diperbaiki, karena ruas tersebut menjadi perlintasan kendaraan bermuatan berat.
Bagi warga Klaten, rampungnya perbaikan jalan lingkar Delanggu pada Desember 2026 akan memperlancar mobilitas harian sekaligus mendukung kelancaran arus kendaraan saat musim libur dan Lebaran. Pemerintah daerah diminta memastikan kualitas konstruksi benar-benar terjaga, agar metode baru ini menjadi solusi jangka panjang, bukan sekadar perbaikan berulang.
Sumber: Solopos/Espos.id, Senin 2 November 2026.
Info Belanja
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps






