RSJD Klaten Sosialisasikan Cuci Darah Mandiri CAPD Lewat FKP

Kesehatan47 Views

KLATEN — Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Dr RM Soedjarwadi Klaten menggelar forum konsultasi publik (FKP) terkait Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD). Metode cuci darah mandiri tanpa mesin itu menjadi alternatif terapi bagi pasien gagal ginjal kronik.

FKP digelar di Ondrowino Hall, RSJD Dr RM Soedjarwadi, Jl Ki Pandanaran, Desa Danguran, Kecamatan Klaten Selatan, Selasa (20/10/2026). Hadir pimpinan RSJD, Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Hartanto, perwakilan Dinas Kesehatan, dan tamu lainnya.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber yakni dokter spesialis penyakit dalam, Andang Setiadi, serta perawat ahli madya RSUD Dr Moewardi Surakarta, Aris Setiyawan. CAPD adalah metode cuci darah yang memanfaatkan selaput rongga perut pasien dengan cairan khusus, sehingga bisa dilakukan sendiri di rumah tanpa mesin hemodialisis.

Baca juga:

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSJD Dr RM Soedjarwadi, Alhaq Nafsi Setyawan, menjelaskan CAPD menjadi salah satu pelayanan yang dikembangkan rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut. “CAPD menjadi layanan bagi para penderita gagal ginjal sehingga mereka bisa melakukan cuci darah secara mandiri di rumah, tidak dengan mesin. Memang ada cara-caranya, ada metodenya. Ini kami sosialisasikan,” jelas Nafsi di sela FKP.

Sosialisasi terutama disampaikan kepada pasien dalam daftar antrean cuci darah hemodialisa (HD) yang mencapai sekitar 150 pasien dan belum mendapat jadwal rutin. Kapasitas mesin hemodialisis RSJD memang terbatas: per hari melayani delapan pasien, dengan 24 pasien rutin yang sepekan dua kali cuci darah.

“CAPD menjadi salah satu solusi panjangnya antrean. Dengan CAPD, mereka bisa melakukan secara mandiri melalui pelatihan dan dukungan yang tepat,” kata Nafsi.

Untuk menjalani CAPD memang butuh edukasi, pelatihan, dan pemasangan kateter di perut. Setelah itu pasien memasukkan dan mengeluarkan cairan dialisat di rumah secara mandiri. Saat ini sudah ada satu calon pasien RSJD yang siap menjalani metode ini.

Keuntungannya jelas: pasien tidak perlu mengantre di rumah sakit, keluarga tetap bisa beraktivitas seperti biasa sambil membantu prosesnya, dan kontrol ke rumah sakit cukup sekali dalam sebulan. “Kami akan terus mempromosikan tentang layanan ini karena layanan ini akan sangat bermanfaat untuk masyarakat,” ungkap Nafsi.

Selain sosialisasi CAPD, FKP juga meluncurkan Permata Soedjarwadi, sistem pengaduan responsif, amanah, terintegrasi di rumah sakit. “Masukan, saran dan aduan masyarakat seperti permata yang sangat berharga. Kami membuka ruang seluas-luasnya agar saran, masukan dan aduan tentang pelayanan rumah sakit ini bisa kami terima dan tindaklanjuti,” kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Hukum, dan Humas Budi Rohtugiyono.

Dengan layanan CAPD dan kanal pengaduan Permata Soedjarwadi, RSJD yang berlokasi di Klaten Selatan ini berharap layanannya semakin dirasakan warga Klaten dan sekitarnya, tidak hanya kesehatan jiwa tetapi juga layanan umum.

Sumber: Solopos/Espos.id, Selasa (20/10/2026)


Klatenshop Kosmetik — Toko Kosmetik Original di Klaten
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *