Bawa 2 Karung Uang Logam, Pedagang Ceper Tukar Rp4,2 Juta di Klaten

Ekonomi88 Views

KLATEN, infoklaten.com — Bank Indonesia (BI) menggelar Program Rupiah Gaul atau gerakan tukar uang logam di halaman parkir Bank Jateng Kantor Cabang Klaten, Rabu (4/11/2026). Di antara warga yang datang, seorang pedagang asal Ceper mencuri perhatian karena membawa dua karung uang logam seberat 40 kilogram hasil dikumpulkan selama lima tahun.

Kegiatan yang digelar di Jalan Veteran, Kelurahan Bareng Lor, Kecamatan Klaten Utara, itu bertujuan memaksimalkan peredaran uang logam di masyarakat. Warga berdatangan membawa uang receh dalam berbagai wadah, lalu menukarkannya dengan uang kertas setelah dihitung petugas.

Pedagang tersebut adalah Gatot Sudarsono, 53 tahun, warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Ceper. Ia memboncengkan dua karung uang logam itu dengan sepeda motor bebek menuju lokasi penukaran, dan uang tersebut berasal dari hasil berjualan pakaian dan makanan di area car free day (CFD) Klaten dan Sukoharjo.

Baca juga:

Dikumpulkan Lima Tahun dari Lapak CFD

Gatot bercerita, setiap menerima uang logam dari pembeli, ia memasukkannya ke ember. Uang logam yang kondisinya masih bagus ia gunakan lagi untuk kembalian, sedangkan yang rusak ia simpan di rumah. Lama-kelamaan, simpanan itu terkumpul hingga empat ember.

Pecahan uang yang dibawanya bervariasi, mulai dari Rp200, Rp500, hingga Rp1.000. Kondisinya pun beragam, ada yang masih layak edar dan ada yang rusak seperti bengkok atau cacat. Setelah dihitung petugas, total uang logam yang dikumpulkan selama lima tahun itu senilai Rp4,2 juta, dan langsung ditukar dengan uang kertas.

Gatot mengaku sudah sering menukarkan uang ke BI Solo. Karena itu, ia menyambut positif pelayanan penukaran yang digelar di Klaten. Menurutnya, kegiatan jemput bola seperti ini lebih dekat dan memudahkan warga untuk menukarkan uang.

Agar Uang Logam Kembali Beredar

Andrea Hermawan dari Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo menjelaskan, Program Rupiah Gaul merupakan salah satu program kerja BI. Tujuannya memaksimalkan sirkulasi peredaran uang logam di masyarakat.

Berbeda dengan uang kertas yang sirkulasinya sudah bagus, sirkulasi uang logam selama ini belum maksimal. Banyak warga yang menyimpan uang logam hasil kembalian di laci, lemari, omplong plastik, atau celengan, sehingga uang itu berhenti beredar. Padahal, sejumlah retail dan pusat perbelanjaan membutuhkan uang logam untuk kembalian.

Karena itulah BI menginisiasi gerakan tukar uang logam, yang sudah digelar di berbagai wilayah Soloraya. Di Klaten, antusiasme warga dinilai cukup tinggi, dibuktikan dengan banyaknya warga yang datang menukarkan uang logam dengan nominal cukup besar.

Kisah Gatot menjadi pengingat bahwa uang receh yang tersimpan bertahun-tahun di rumah tetap bernilai. Bila dikumpulkan dan ditukarkan, uang itu bisa kembali beredar dan dimanfaatkan lagi, misalnya sebagai modal usaha bagi pedagang kecil di Klaten.

Sumber: Solopos/Espos.id, Rabu 4 November 2026.


Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *