18 Desa di Klaten Kekeringan, 6,5 Juta Liter Air Bersih Disalurkan

Ekonomi78 Views

KLATEN — Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Klaten membuat sebaran daerah krisis air bersih terus bertambah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten mencatat sebanyak 18 desa di tujuh kecamatan kini mengalami krisis air bersih.

Data tersebut berdasarkan catatan dropping air bersih BPBD Klaten per Senin (19/10/2026). Delapan belas desa terdampak kekeringan itu tersebar di Kecamatan Bayat sebanyak enam desa, Kemalang lima desa, Cawas tiga desa, serta masing-masing satu desa di Jatinom, Karangdowo, Wedi, dan Trucuk.

Total bantuan air bersih yang sudah didistribusikan mencapai 1.296 tangki atau 6.530.500 liter sejak 15 Juni hingga 19 Oktober 2026. Jumlah penerima manfaatnya mencapai 5.566 kepala keluarga atau 18.905 jiwa.

Baca juga:

Salah satu desa yang baru terdampak kekeringan pada kemarau kali ini adalah Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk. Sebanyak tujuh tangki air bersih didistribusikan ke desa tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Syahruna, menjelaskan distribusi air bersih ke Kalikebo sudah dilakukan sejak pekan lalu. Selain bantuan dari Pemkab Klaten, bantuan air bersih juga berdatangan dari berbagai lembaga, individu, maupun perusahaan. “Iya, untuk dari CSR jalan terus,” kata Syahruna saat dihubungi Espos, Selasa (20/10/2026).

Dari total bantuan yang disalurkan, sebanyak 1.162 tangki dibiayai dari APBD, sedangkan 134 tangki berasal dari luar APBD seperti CSR perusahaan dan donatur lainnya.

Salah satu daerah yang terdampak cukup parah adalah Dukuh Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas. Sejak Agustus, hujan tak kunjung mengguyur wilayah tersebut sehingga debit sumur warga menurun. Kondisi air sumur yang keruh lantaran berkapur juga membuatnya tak layak dikonsumsi. Air sumur kini hanya dimanfaatkan untuk mencuci dan mandi, sementara kebutuhan air minum warga mengandalkan pembelian dan bantuan.

Ketua RT 014/RW 06 Dukuh Brengkungan, Hadi, menjelaskan warga di wilayahnya mengandalkan satu sumur di sawah selatan desa. “Warga sini banyak yang mengangsu ke sumur di selatan desa. Tetapi satu sumur itu yang mengangsu dari kampung-kampung di luar desa. Pada akhirnya kalau sore sudah mulai mubal, keruh,” jelas Hadi.

Hadi menyebut bantuan air bersih sudah diterima warga selama beberapa waktu terakhir. “Untuk penduduk satu RW hampir 100 keluarga. Tetapi pemanfaat ini enggak semua. Sebagian sudah punya sumur, hanya airnya sudah kelihatan dalam,” ungkapnya.

Di tengah kondisi cuaca yang masih panas terik, warga di wilayah terdampak diimbau bijak menggunakan air bersih dan segera melapor ke pemerintah desa maupun BPBD bila kekurangan air semakin parah.

Sumber: Espos.id/Solopos, Selasa (20/10/2026).


Klatenshop Kosmetik — Toko Kosmetik Original di Klaten
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *