7 Tanaman Obat Keluarga Mudah Ditanam di Pekarangan Klaten

Ekonomi55 Views

KLATEN, infoklaten.com — Pekarangan rumah di Klaten ternyata bisa menjadi apotek hidup mini. Tanaman Obat Keluarga (TOGA) seperti jahe, kunyit, dan sereh mudah ditanam, tidak butuh lahan luas, dan bisa dipanen kapan saja saat dibutuhkan untuk keperluan dapur maupun ramuan tradisional keluarga.

Di tengah harga kebutuhan dapur yang naik-turun, menanam TOGA di pekarangan juga membantu menghemat belanja. Sekali tanam, rimpang seperti jahe dan kunyit bisa dipanen berkali-kali, sementara sereh dan daun sirih tumbuh subur hanya dengan perawatan sederhana.

Berikut tujuh tanaman obat keluarga yang paling mudah ditanam di pekarangan rumah warga Klaten, lengkap dengan cara merawatnya.

Baca juga:

1. Jahe dan Kunyit, Rimpang Wajib di Dapur

Jahe dan kunyit adalah dua rimpang yang hampir selalu ada di dapur warga Klaten. Keduanya ditanam dari potongan rimpang yang sudah bertunas, ditanam sedalam sekitar lima sentimeter di tanah gembur. Jahe secara tradisional dimanfaatkan sebagai bahan wedang hangat, sedangkan kunyit kerap dipakai sebagai bumbu masakan dan pewarna alami.

Keduanya menyukai tanah yang tidak becek dan sinar matahari cukup. Panen pertama biasanya bisa dilakukan setelah delapan hingga sepuluh bulan, saat daun mulai menguning dan mengering.

2. Kencur dan Temulawak, Mudah Tumbuh di Pot

Kencur dan temulawak sama-sama cocok ditanam di pot atau polybag sehingga pas untuk rumah dengan pekarangan sempit. Kencur secara tradisional dipakai sebagai campuran jamu dan penyedap masakan, sementara temulawak dikenal sebagai bahan jamu yang sudah lama dipakai masyarakat Jawa.

Perawatannya sederhana: siram secukupnya setiap pagi dan sore, dan hindari genangan air yang membuat rimpang membusuk.

3. Sereh, Daun Sirih, dan Lidah Buaya

Sereh tumbuh cepat dan hampir tidak butuh perawatan khusus. Batangnya dipakai sebagai bumbu soto, sayur, hingga wedang. Daun sirih bisa ditanam merambat di pagar dan secara tradisional dimanfaatkan untuk keperluan kebersihan keluarga.

Lidah buaya melengkapi daftar ini karena sangat mudah hidup, bahkan di pot kecil. Gel daunnya secara tradisional dimanfaatkan untuk perawatan kulit dan rambut, serta bisa menjadi tanaman hias pekarangan.

Tips Merawat TOGA di Pekarangan

Gunakan media tanam campuran tanah, kompos, dan sekam agar gembur. Letakkan pot di tempat yang terkena sinar matahari pagi, siram secukupnya, dan beri pupuk kompos sebulan sekali. Pisahkan tanaman yang pertumbuhannya cepat seperti sereh agar tidak mengganggu tanaman lain.

Dengan perawatan sederhana itu, pekarangan rumah tidak hanya hijau dan asri, tetapi juga menghasilkan bahan dapur dan ramuan tradisional yang selalu tersedia. Perlu diingat, tanaman obat keluarga bersifat pemanfaatan tradisional dan bukan pengganti obat dokter. Bila keluhan kesehatan berlanjut, segera konsultasikan ke puskesmas atau tenaga kesehatan terdekat.

Sumber: Materi Tanaman Obat Keluarga, Kementerian Kesehatan RI.


Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *