KLATEN — Busi motor adalah komponen kecil yang punya peran besar: memercikkan api untuk membakar campuran bensin dan udara di ruang bakar. Saat busi motor mulai aus atau kotor, mesin jadi susah dinyalakan, tarikan lemot, dan bensin cepat habis.
Bagi warga Klaten yang setiap hari mengandalkan motor untuk beraktivitas — dari mengantar anak sekolah sampai pulang-pergi kerja ke Solo atau Jogja — mengenali tanda busi motor yang minta diganti bisa menghindarkan dari mogok di jalan. Berikut tujuh tanda yang perlu diwaspadai.
Baca juga:
- 7 Tanda Kampas Rem Motor Habis, Jangan Tunggu Blong
- Aki Motor Sering Soak? 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya
- Cara Ganti Oli Motor Sendiri di Rumah, Hemat Biaya Bengkel
7 Tanda Busi Motor Sudah Minta Diganti
1. Mesin susah dinyalakan. Ini gejala paling umum. Percikan api yang lemah membuat campuran bensin dan udara tidak terbakar sempurna, terutama saat mesin masih dingin di pagi hari. Bila starter berkali-kali baru hidup, curigai kondisi busi motor.
2. Tarikan gas terasa lemot. Pembakaran yang tidak optimal menurunkan tenaga mesin. Motor terasa berat saat akselerasi, apalagi saat menanjak atau membawa boncengan.
3. Konsumsi bensin jadi boros. Bensin yang tidak terbakar tuntas terbuang percuma. Bila motor mendadak lebih boros tanpa perubahan rute, busi yang aus bisa menjadi penyebabnya.
4. Mesin tersendat-sendat (brebet). Putaran mesin tidak stabil dan terasa tersendat saat gas dibuka. Endapan karbon pada elektroda busi menghambat percikan api.
5. Knalpot mengeluarkan asap pekat. Pembakaran tidak sempurna membuat sisa bensin keluar lewat knalpot. Bila ujung busi hitam dan berlumur oli, bisa jadi ada kebocoran ring piston — segera periksa ke bengkel.
6. Warna elektroda tidak normal. Elektroda busi yang sehat berwarna cokelat kemerahan. Putih pucat berarti busi terlalu panas (spesifikasi tidak sesuai), sedangkan hitam berkerak menandakan campuran bensin terlalu kaya atau filter udara kotor.
7. Sudah melewati interval penggantian. Umumnya busi standar diganti tiap 8.000–12.000 km atau sekitar setahun pemakaian, tergantung tipe busi dan kondisi pemakaian. Cek buku panduan pemilik motor untuk angka pastinya.
Cara Merawat Busi Motor agar Awet
Agar busi motor tidak cepat aus, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan. Pertama, bersihkan ujung busi dari kerak karbon secara berkala — cukup pakai sikat nilon, jangan sikat kawat agar elektroda tidak rusak. Hindari mencuci busi dengan cairan kimia yang tidak sesuai.
Kedua, jaga kebersihan filter udara. Filter yang kotor membuat campuran bensin dan udara tidak ideal, sehingga karbon menumpuk lebih cepat di kepala busi. Ketiga, gunakan bahan bakar dengan oktan sesuai rekomendasi pabrikan dan panaskan mesin cukup satu-dua menit sebelum dipacu.
Bagi yang tidak mau repot, busi tipe iridium bisa jadi pilihan karena umurnya lebih panjang. Namun harganya juga lebih mahal, jadi sesuaikan dengan kebutuhan dan bujet.
Bila setelah busi diganti motor masih mogok atau boros, masalahnya mungkin lebih dalam — misalnya injektor kotor, koil lemah, atau kompresi mesin turun. Jangan dipaksakan jalan jauh; bawa ke bengkel terpercaya di Klaten untuk pemeriksaan menyeluruh.
Sumber: panduan teknis perawatan sepeda motor, Astra Motor Yogyakarta, infoklaten.com. Peristiwa: panduan umum, tanpa peristiwa spesifik.
Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps






