Gula Pasir Menggumpal? Ini Penyebab dan 7 Cara Menyimpannya di Klaten

Ekonomi50 Views

KLATEN, infoklaten.com — Gula pasir yang menggumpal sering membuat kesal saat hendak membuat teh atau memasak. Padahal, gula yang menggumpal umumnya masih bisa diselamatkan, asalkan tidak berbau aneh atau berjamur. Penyebabnya pun sederhana: gula sangat mudah menyerap lembap dari udara.

Di Klaten, masalah ini makin sering muncul saat musim hujan. Udara dapur yang lembap, uap kompor, dan wadah yang tidak rapat membuat butiran gula saling menempel hingga mengeras.

Kabar baiknya, menggumpalnya gula pasir bisa dicegah dengan cara yang mudah dan murah. Kuncinya ada pada wadah, lokasi simpan, dan kebiasaan saat mengambil gula. Berikut tujuh cara yang bisa langsung dipraktikkan di dapur rumah warga Klaten.

Baca juga:

1. Pindahkan ke wadah kedap udara

Segera pindahkan gula dari kemasan plastik yang sudah dibuka ke toples kaca atau plastik food grade bertutup rapat. Wadah kedap udara menghalangi udara lembap masuk. Pastikan tutupnya benar-benar rapat setiap selesai dipakai, bukan sekadar ditangkupkan.

2. Simpan jauh dari kompor dan wastafel

Uap masakan dan cipratan air adalah musuh utama gula pasir. Letakkan toples gula di rak yang kering dan sejuk, jauh dari kompor, wastafel, serta jendela dapur yang sering terkena tempias hujan. Semakin stabil suhu dan kelembapannya, semakin lama gula tetap renyah.

3. Selalu pakai sendok kering

Satu sendok basah saja cukup untuk membuat gula di dalam toples menggumpal. Biasakan memakai sendok khusus yang kering, dan jangan mengembalikan sisa gula yang sudah terkena air ke dalam toples. Kebiasaan kecil ini sering kali menjadi penyebab utama gumpalan.

4. Jangan simpan gula di kulkas

Menyimpan gula di kulkas justru berisiko karena perubahan suhu menimbulkan embun di dalam wadah. Gula pasir paling awet disimpan pada suhu ruang yang kering.

5. Ikat rapat kemasan cadangan

Untuk stok gula yang belum dibuka, ikat ujung kemasannya dengan karet gelang atau klip, lalu masukkan ke dalam toples kedua atau kotak tertutup. Cara ini melindungi stok cadangan dari lembap sekaligus dari semut dan serangga dapur.

6. Beli secukupnya dan pakai stok lama dulu

Membeli gula dalam jumlah besar memang hemat, tetapi risikonya gula lama menumpuk dan menggumpal sebelum habis. Beli sesuai kebutuhan rumah tangga, dan terapkan prinsip stok lama dipakai dulu. Gula yang disimpan terlalu lama di dapur lembap tetap bisa mengeras meski wadahnya tertutup.

7. Selamatkan gula yang sudah menggumpal

Bila gula sudah terlanjur menggumpal, jangan langsung dibuang. Hancurkan gumpalan dengan penggilas adonan atau ulekan, lalu ayak hingga halus. Gumpalan ringan juga bisa dijemur sebentar atau dihangatkan di oven bersuhu rendah hingga kering, kemudian didinginkan sebelum disimpan kembali. Namun, bila gula sudah berbau apek, berubah warna, atau berjamur, sebaiknya dibuang saja demi keamanan.

Dengan wadah yang tepat dan kebiasaan mengambil gula yang benar, gula pasir bisa awet berbulan-bulan meski musim hujan tiba.

Sumber: panduan penyimpanan bahan pangan rumah tangga.

Info belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *