Status Waspada Kekeringan untuk Klaten, Juwiring 157 Hari Tanpa Hujan

Ekonomi121 Views

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status Waspada kekeringan meteorologis untuk Kabupaten Klaten pada dasarian ketiga Oktober 2026, yakni periode 21–31 Oktober 2026. Penetapan ini disampaikan Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Goeroeh Tjiptanto, seperti dikutip dari Antara, Kamis (22/10/2026).

“Status tertinggi adalah Waspada, selebihnya tidak ada peringatan,” kata Goeroeh. Artinya, tidak ada lagi kabupaten atau kota di Jawa Tengah yang mengantongi status Siaga maupun Awas pada periode ini — namun status Waspada tetap berarti ancaman kekeringan belum berlalu.

Deretan wilayah yang masuk peta Waspada meliputi Kota Tegal, Pekalongan, dan Semarang, serta Kabupaten Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Temanggung, Semarang, Demak, Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Grobogan, Blora, Boyolali, Klaten, Kebumen, Purworejo, hingga Wonogiri. Goeroeh membeberkan, analisis curah hujan dasarian kedua Oktober (11–20 Oktober) menunjukkan seluruh wilayah Jateng berada pada kategori rendah, yakni berkisar 0–50 milimeter per dasarian.

Baca juga:

Juwiring Cetak Rekor 157 Hari Tanpa Hujan

Hasil pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) hingga 20 Oktober bahkan mencatat kekeringan ekstrem dengan masa tanpa hujan melampaui 60 hari berturut-turut di berbagai titik. Rekor HTH terpanjang di Jateng terdeteksi di Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, yang mencapai 172 hari tanpa hujan. Disusul Kecamatan Masaran di Kabupaten Sragen selama 170 hari, serta Kecamatan Juwiring (Klaten) dan Selogiri (Wonogiri) yang masing-masing membukukan 157 hari tanpa hujan.

Data ini menempatkan Klaten — khususnya Kecamatan Juwiring — sebagai salah satu wilayah dengan kekeringan paling ekstrem di Jawa Tengah. Hujan terakhir di Jateng masih tercatat hingga pembaruan terakhir pada 20 Oktober di Kabupaten Banyumas. Warga Klaten diimbau menghemat penggunaan air bersih dan menyiapkan cadangan air, terutama untuk kebutuhan rumah tangga dan pertanian.

Status Waspada ini menjadi pengingat bahwa musim kemarau belum sepenuhnya berlalu meski sesekali awan mendung tampak di langit Klaten. Bagi petani, kondisi ini bisa berdampak pada pasokan air irigasi, sehingga koordinasi dengan kelompok tani dan penyuluh pertanian setempat disarankan agar kekeringan tidak mengganggu masa tanam berikutnya.

Sumber: regional.espos.id, Antara, validnews.id. Tanggal peristiwa: Kamis, 22 Oktober 2026.


Info belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed