KLATEN, infoklaten.com — Iklim investasi di Kabupaten Klaten menunjukkan tren positif. Penanaman modal asing (PMA) terus tumbuh dari tahun ke tahun dan pada 2025 tercatat sebesar Rp973.198.127.001 atau sekitar Rp973,19 miliar dari 38 proyek. Nilai itu meningkat dibandingkan 2024 yang mencapai Rp959.093.574.303 atau sekitar Rp959,09 miliar.
Sementara itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada 2025 tercatat sebesar Rp3.510.515.278.047 atau sekitar Rp3,51 triliun. Nilai tersebut turun dibandingkan 2024 yang mencapai Rp6.144.124.178.931 atau sekitar Rp6,14 triliun. Penurunan itu antara lain dipengaruhi penerapan kebijakan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) serta peralihan lokasi rencana investasi ke daerah sekitar.
Dari sisi sektor, investor domestik mengalirkan modalnya ke sektor padat karya, industri kreatif, dan pariwisata berbasis desa yang memperkuat ekonomi lokal. Adapun investor asing masuk ke sektor manufaktur, pengolahan pangan, serta energi. Tren positif investasi ini menjadi salah satu motor penopang pertumbuhan ekonomi Klaten yang pada 2025 tercatat sebesar 5,11 persen.
Baca juga:
- Pabrik di Kaligawe Klaten Serap Ribuan Pekerja, Ekonomi Warga Tumbuh
- UMKLA Wisuda 397 Lulusan, Plt Bupati Klaten: Bermanfaat bagi Sesama
Posisi Strategis dan Tiga Gerbang Tol
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Klaten, Pandu Wirabangsa, menjelaskan sejumlah faktor yang menopang kepercayaan investor. Salah satunya posisi Klaten yang strategis di antara dua kota besar, Yogyakarta dan Solo. Posisi itu didukung kemudahan mobilitas lewat tiga gerbang tol (GT) di ruas Tol Solo-Jogja, yakni GT Polanharjo dengan titik keluar-masuk di Desa Kuncen, Kecamatan Ceper; GT Klaten di Desa/Kecamatan Ngawen; serta GT Prambanan di Kecamatan Jogonalan.
“Selain geografis, aspek berikutnya pada kemaslahatan dengan Klaten memiliki SDM yang besar. Mungkin salah satu yang terbesar di Jawa Tengah dengan jumlah penduduk lebih dari 1 juta orang,” kata Pandu. Ia juga menyampaikan, tahun depan Mal Pelayanan Publik (MPP) digital di Klaten insyaallah akan berkembang, sehingga pelayanan perizinan diharapkan semakin mudah.
Stabilitas Sosial Jadi Modal Investasi
Faktor lain yang tak kalah penting adalah stabilitas sosial. Pandu menyebut gerakan merawat toleransi yang terus digencarkan di Klaten turut mendukung iklim investasi. “Dengan brand besar sebagai wilayah dengan toleransi tinggi terbukti bahwa selama ini konflik-konflik terutama terkait SARA sangat minim. Dari itu saya meyakini akhirnya membangun kondusivitas wilayah,” ujarnya.
Ketua DPRD Klaten, Edy Sasongko, menyampaikan hal senada. Menurutnya, secara makro Klaten cukup kondusif, dan kondisi keamanan serta kenyamanan wilayah yang tetap terjaga kerap disampaikan rekan-rekan di Jakarta. Stabilitas itu dijaga berbagai pihak, salah satunya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Klaten lewat pembentukan Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) di seluruh desa dan kelurahan hingga tingkat RT.
Upaya merawat kerukunan itu membuat Klaten menjadi percontohan nasional dan meraih peringkat I Harmony Award 2025. Bagi warga, iklim investasi yang kondusif membuka harapan akan lapangan kerja baru, tumbuhnya usaha pendukung di sekitar kawasan industri, dan perputaran ekonomi lokal yang lebih hidup, selama manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Klaten.
Sumber: Solopos/Espos.id, Sabtu 31 Oktober 2026. Data yang dikutip: realisasi investasi Kabupaten Klaten tahun 2025.
Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps






