KLATEN – Hampir setiap rumah di Klaten punya rice cooker. Alat ini dipakai setiap hari untuk menanak nasi keluarga. Sayangnya, banyak rice cooker yang cepat rusak bukan karena kualitasnya jelek, melainkan karena kebiasaan pemakaian yang keliru dan dilakukan berulang-ulang.
Padahal, rice cooker yang dirawat dengan benar bisa awet bertahun-tahun. Kerusakan yang paling sering ditemui adalah nasi cepat basi, lapisan panci mengelupas, hingga elemen pemanas yang mati total. Semua itu umumnya berawal dari hal-hal sepele yang jarang disadari pemiliknya.
Supaya rice cooker di rumah lebih awet, kenali tujuh kebiasaan berikut dan mulai hindari dari sekarang.
Baca juga:
- 7 Kebiasaan yang Bikin Mesin Cuci Cepat Rusak, Hindari Mulai Sekarang
- 7 Kebiasaan yang Bikin Setrika Cepat Rusak, Hindari Sekarang
- 7 Cara Membersihkan Wajan Teflon agar Tidak Cepat Mengelupas
1. Membiarkan nasi berhari-hari dalam mode warm
Mode warm memang dirancang menjaga nasi tetap hangat, tetapi bukan untuk menyimpan nasi berhari-hari. Nasi yang terlalu lama dibiarkan akan mengering, berkerak di dasar panci, dan menimbulkan bau. Kerak yang menempel terus-menerus membuat lapisan panci cepat rusak. Sebaiknya nasi yang tidak habis segera dipindahkan ke wadah tertutup dan disimpan di kulkas.
2. Mengaduk nasi dengan sendok logam
Sendok stainless atau sendok logam lain memang terasa kokoh, tetapi gesekannya perlahan mengikis lapisan anti lengket di panci rice cooker. Sekali lapisan itu tergores, nasi akan semakin mudah lengket dan kerak makin sulit dibersihkan. Gunakan selalu sendok nasi plastik atau kayu yang bawaannya.
3. Mencuci panci dengan sabut kawat
Kerak nasi yang membandel sering membuat orang tergoda menggosok panci dengan sabut kawat. Cara ini memang cepat bersih, tetapi merusak lapisan panci secara permanen. Rendam dulu panci dengan air hangat selama beberapa menit, lalu cuci dengan spons lembut.
4. Menanak melebihi kapasitas maksimal
Setiap rice cooker punya batas takaran yang tertera di dinding panci. Memaksakan menanak melebihi batas membuat air mendidih meluap ke elemen pemanas dan bagian bawah alat. Selain berisiko korsleting, kebiasaan ini juga membuat nasi matang tidak merata.
5. Memasak mi, sayur berkuah, atau merebus air di dalamnya
Rice cooker memang serbaguna, tetapi bukan panci serbaguna. Memasak mi instan atau sayur berkuah langsung di dalamnya membuat uap dan cipratan kuah masuk ke celah elemen pemanas dan katup uap. Lama-kelamaan bagian dalam berkerak dan pemanasnya tidak bekerja normal.
6. Meletakkan rice cooker menempel dinding dan menutup lubang uap
Rice cooker butuh ruang untuk membuang panas. Bila ditempelkan ke dinding, diletakkan di tempat lembap, atau lubang uapnya tertutup kain, panas akan terperangkap di dalam alat. Akibatnya komponen listrik cepat panas berlebih dan umur alat memendek.
7. Menarik kabel paksa dan menyiram panci panas dengan air dingin
Menarik kabel dari stopkontak dengan cara dihentak bisa merusak sambungan kabel di dalam alat. Begitu pula menyiram panci yang masih panas dengan air dingin, yang bisa membuat panci melengkung sehingga tidak lagi menempel sempurna pada elemen pemanas dan nasi matang tidak merata.
Merawat rice cooker sebenarnya tidak sulit: pakai sesuai kapasitas, cuci dengan spons lembut, dan beri ruang untuk membuang panas. Bila sudah muncul tanda kerusakan seperti nasi cepat basi padahal baru matang, lampu indikator mati, atau tercium bau gosong, segera bawa ke tukang servis dan jangan dipaksa dipakai terus.
Sumber: riset redaksi infoklaten.com dari panduan perawatan peralatan elektronik rumah tangga.
Info belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps












