Ketel Air Berkerak? Ini 7 Cara Membersihkannya di Klaten

Ekonomi134 Views

KLATEN, infoklaten.com — Ketel air yang dipakai setiap hari lama-lama bisa dipenuhi kerak putih di bagian dalam, sekitar tutup, dan di ujung ceratnya. Kerak itu membuat air rebusan terlihat keruh dan ketel tampak kusam meski bodinya masih bagus.

Kerak pada ketel umumnya berasal dari mineral kalsium dan magnesium dalam air. Saat air dipanaskan berulang kali, mineral tersebut mengendap dan menempel di dinding ketel. Air tanah di sejumlah wilayah Klaten yang cenderung sadah membuat kerak lebih cepat menumpuk, apalagi bila ketel jarang dikuras dan air sisa rebusan dibiarkan mengendap semalaman.

Selain mengganggu penampilan, kerak yang tebal membuat pemanasan air jadi lebih lama. Lapisan kerak menghambat perpindahan panas sehingga kompor atau elemen pemanas harus bekerja lebih keras. Akibatnya, gas atau listrik lebih boros dan umur ketel bisa lebih pendek.

Baca juga:

7 Cara Membersihkan Kerak Ketel

  1. Cuka putih. Campur cuka putih dan air dengan perbandingan satu banding satu, tuang ke ketel hingga menutupi kerak, lalu diamkan satu hingga dua jam. Rebus sebentar bila kerak membandel, kemudian buang larutannya.
  2. Air lemon atau asam sitrat. Peras dua buah lemon ke dalam air atau larutkan satu sendok makan asam sitrat dalam satu liter air. Cara ini memberi aroma segar dan efektif melarutkan kerak tipis hingga sedang.
  3. Soda kue untuk noda ringan. Buat pasta dari soda kue dan sedikit air, oleskan pada kerak di bagian luar tutup atau cerat, gosok lembut, lalu bilas bersih.
  4. Rendam semalaman untuk kerak tebal. Bila kerak sudah mengeras dan berlapis, rendam ketel dengan larutan cuka semalaman. Keesokan harinya kerak biasanya melunak dan mudah lepas saat digosok.
  5. Gosok dengan spons lembut. Gunakan spons atau sikat berbulu halus. Hindari kawat cuci piring dan benda tajam karena bisa menggores lapisan dalam ketel, terutama ketel berlapis.
  6. Bilas dan rebus air bersih. Setelah kerak hilang, bilas ketel beberapa kali lalu rebus air bersih satu kali dan buang. Langkah ini menghilangkan sisa bau cuka atau lemon.
  7. Cegah kerak menumpuk. Kuras ketel setelah dipakai, jangan membiarkan air sisa mengendap lama, dan bersihkan seminggu sekali bila air di rumah tergolong sadah. Memakai air yang sudah disaring juga membantu memperlambat kerak.

Yang Sebaiknya Dihindari

Jangan memakai cairan pembersih keras seperti pemutih pekat atau pembersih lantai untuk membersihkan bagian dalam ketel, karena residunya berbahaya bila tertelan. Jangan pula mengerok kerak dengan pisau atau obeng — goresan justru membuat kerak berikutnya lebih mudah menempel. Bila ketel listrik, jangan merendam seluruh badan ketel ke air; cukup bersihkan bagian dalamnya dan lap bagian luarnya.

Dengan perawatan sederhana ini, ketel di dapur warga Klaten bisa kembali bersih dan waktu memasak air tidak lagi molor karena kerak. Luangkan beberapa menit seminggu sekali — hasilnya jauh lebih terasa daripada mengganti ketel yang sebenarnya masih layak pakai.

Info belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Sumber: panduan perawatan peralatan dapur umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *