Klaten Alokasikan Rp3 Miliar DBHCHT untuk Petani Tembakau

Ekonomi55 Views

KLATEN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mengalokasikan anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) 2026 senilai Rp3 miliar untuk sektor pertanian. Dana tersebut difokuskan untuk mendukung budi daya tembakau, mulai dari pengadaan pupuk hingga pelatihan bagi petani.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten, Lilik Nugraharja, menjelaskan dana DBHCHT tahun ini di antaranya digunakan untuk meningkatkan kualitas bahan baku, terutama melalui penyediaan sarana produksi pertanian (saprodi).

Anggaran tersebut digunakan untuk menyalurkan bantuan pupuk kepada petani tembakau berupa pupuk NPK dengan total 48 ton, serta pupuk ZA dan pupuk organik cair (POC). Selain pupuk, petani juga mendapat peningkatan kapasitas lewat pelatihan budi daya dan temu bisnis untuk membantu pemasaran.

Baca juga:

Alsintan untuk Kelompok Tani

Selain pupuk dan pelatihan, anggaran DBHCHT juga digunakan untuk bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Bantuan itu di antaranya berupa dua kendaraan roda tiga untuk alat angkut, 20 kultivator, dan 40 penyemprot berdaya mesin (power sprayer). Bantuan alsintan tersebut segera diserahkan kepada kelompok tani penerima manfaat.

“Kemudian peningkatan kapasitas itu ada pelatihan budi daya. Kemudian ada temu bisnis, artinya untuk pemasaran tembakau karena saat ini agak susah untuk pemasaran tembakau rajangan. Kalau untuk tembakau asapan masih lumayan bagus pasarnya,” jelas Lilik, Sabtu (24/10/2026).

Bantuan-bantuan itu diperuntukkan bagi kelompok tani yang menanam tembakau. Di Klaten, daerah penanaman tembakau tersebar di sekitar 23 kecamatan. Jumlah kelompok tani tembakau secara keseluruhan hampir 300 kelompok. Dari jumlah tersebut, penerima manfaat bantuan DBHCHT, terutama untuk saprodi, sekitar 26 kelompok.

“Karena anggaran terbatas, tahun lalu bisa untuk 30 kelompok, tahun ini 26 kelompok. Tetapi dari provinsi juga ada bantuan. Artinya, dari kabupaten dan provinsi ada. Tetapi untuk porsi terbesar memang dari kabupaten,” jelas Lilik.

Diversifikasi ke Bawang Merah

Selain bantuan saprodi dan alsintan, DBHCHT juga disalurkan untuk program diversifikasi guna mendukung kesejahteraan petani tembakau. Dari anggaran di APBD murni, Pemkab Klaten membelikan bibit bawang merah bagi petani tembakau di wilayah Kecamatan Ngawen, dan hasilnya sudah panen.

Terkait perkembangan budi daya, Lilik menjelaskan ada tren penurunan luas tanam tembakau rajangan menyusul sulitnya pemasaran. Lain halnya dengan tembakau asapan yang hasilnya lebih stabil, bahkan mampu menembus pasar ekspor.

“Harapan kami yang tembakau rajangan ini bisa geser ke asapan,” jelas Lilik. Bantuan DBHCHT ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani tembakau Klaten sekaligus menjaga keberlanjutan usaha tani mereka.

Sumber: Solopos/Espos.id, Minggu (25/10/2026).

Info belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *