KLATEN – Kode QR kini ada di mana-mana: di meja warung untuk bayar QRIS, di poster acara, hingga di surat dan pesan digital. Kemudahan ini juga dimanfaatkan penipu lewat modus yang disebut quishing atau QR code phishing.
Apa Itu Quishing?
Quishing adalah penipuan yang menyisipkan tautan berbahaya ke dalam kode QR. Saat korban memindai kode itu, ponsel diarahkan ke situs palsu yang dirancang untuk mencuri data, misalnya kata sandi, data kartu, atau akses akun, bahkan bisa memicu unduhan aplikasi berbahaya.
Menurut ZDNET, pola bujukannya sama dengan penipuan lain: menciptakan rasa panik atau terburu-buru, menjanjikan hadiah, atau berpura-pura menjadi bank dan platform media sosial. Bedanya, tautannya tersembunyi di dalam gambar kode QR sehingga lebih sulit dideteksi filter keamanan yang biasanya hanya memeriksa teks dan tautan.
Baca juga:
- Ramai Jual Beli Data Pribadi hingga Data Menkomdigi, Komdigi Gandeng Polri dan BSSN: Jangan Ikut Menyebarkan
- Mulai 1 Oktober 2026, Transaksi QRIS Usaha Mikro hingga Rp500 Ribu Bebas Potongan MDR
- BSU 2026 Rp900 Ribu untuk 13,3 Juta Pekerja, Kriteria dan Jadwal Belum Diumumkan: Waspada Link Palsu
Makin Sering Ditemui
ZDNET mengutip laporan Hoxhunt 2026 yang mencatat serangan phishing berbasis kode QR naik sekitar 25 persen dibanding tahun sebelumnya. Kode QR berbahaya tidak hanya muncul di email atau lampiran PDF, tetapi juga di ruang fisik, misalnya ditempel di poster atau kartu nama palsu.
TechTarget mencontohkan modus stiker kode QR palsu yang ditempel di mesin parkir untuk mengarahkan pengendara ke halaman pembayaran palsu.
Cara Menghindarinya
- Jangan memindai kode QR dari sumber tak dikenal, terutama yang datang lewat pesan, email, atau selebaran yang menjanjikan hadiah atau menakut-nakuti.
- Konfirmasi lewat jalur lain. Bila kode QR mengatasnamakan bank, instansi, atau kantor, cek dulu lewat nomor atau akun resmi mereka.
- Perhatikan alamat situs yang muncul setelah memindai. Jangan lanjutkan bila alamatnya aneh atau tidak sesuai nama lembaga.
- Jangan masukkan PIN, OTP, atau kata sandi di halaman yang dibuka dari kode QR yang tidak jelas asalnya.
- Saat bayar QRIS, pastikan nama penjual yang muncul di aplikasi sama dengan nama toko sebelum menekan bayar.
Tips untuk Pemilik Warung dan UMKM
Pelaku usaha yang memasang QRIS sebaiknya rutin memeriksa stiker kode QR di meja kasir, memastikan tidak ada stiker lain yang ditempel di atasnya, dan mengecek notifikasi uang masuk setiap ada pembayaran. Bila menemukan kode QR mencurigakan, segera laporkan ke bank atau penyedia layanan pembayaran.
Sumber: ZDNET, “Is that QR code a trap? How to spot quishing scams” (2026); TechTarget, “QR code phishing: 14 quishing prevention tips”. Tips QRIS dan UMKM merupakan saran umum redaksi.












