infoklaten.com – Sebuah infrastruktur penyeberangan baru di kawasan lereng barat Kabupaten Klaten mulai mencuri perhatian masyarakat sebagai alternatif ruang rekreasi alam terbuka. Jembatan Perintis Garuda yang membentang di atas aliran Sungai Klegung, Dukuh Sidorejo RT 01 RW 02, Desa Kranggan, Kecamatan Manisrenggo, kini berpeluang tumbuh menjadi destinasi wisata pedesaan baru berkat lanskap sekitarnya yang masih hijau dan asri.
Lokasi ini menawarkan daya tarik kesederhanaan suasana alam pedesaan yang belum banyak tersentuh bangunan buatan permanen. Untuk saat ini, wisatawan yang berkunjung tidak dikenakan tarif tiket masuk alias gratis, atau cukup memberikan sumbangan sukarela.
Penghubung Kranggan–Leses Penopang 1.200 Jiwa
Sebelum dilirik sebagai titik kunjungan pelancong, Jembatan Perintis Garuda dibangun sebagai akses vital antardesa. Pengerjaan fisik dimulai sejak 1 April 2026, lalu diresmikan secara langsung oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama Dandim 0723/Klaten Letkol Inf. Slamet Hardianto pada Kamis sore, 23 Juli 2026.
Secara teknis, jembatan gantung perintis ini membentang sepanjang 42 meter dengan lebar 1,2 meter, ketinggian 25 meter, serta memiliki kapasitas beban maksimal hingga 9 ton. Keberadaan jalur gantung ini menghubungkan Desa Kranggan dengan Desa Leses di Kecamatan Manisrenggo, sekaligus mempermudah mobilitas sekitar 250 kepala keluarga atau kurang lebih 1.200 jiwa.
Baca juga:
- Program RTLH Klaten Digenjot, BAZNAS Salurkan Bantuan 125 Rumah dan 110 Jamban
- Usai Kasus Keracunan MBG di Ceper, Bupati Klaten Libatkan Forkopimcam Awasi Dapur SPPG
- Siswi SMP Asal Cawas Klaten Raih Emas Pencak Silat O2SN 2026 Tingkat Nasional
Bupati Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan bahwa jembatan ini diharapkan tidak hanya memangkas jarak tempuh warga dan memperlancar distribusi hasil pertanian atau ekonomi lokal, tetapi juga membuka peluang integrasi menuju kawasan wisata yang dirancang pemerintah desa setempat.
Fasilitas Jelajah Kawasan dan Arah Pengembangan
Bagi pengunjung yang ingin menyusuri lanskap perdesaan di sekitar Sungai Klegung, pengelola lokal telah menyediakan layanan sewa armada. Berdasarkan papan petunjuk di lokasi, tarif sewa sepeda dipatok Rp20.000, sewa sepeda motor Rp35.000, serta sewa mobil sebesar Rp110.000.
Meski sarana pendukung yang tersedia saat ini masih tergolong mendasar, kondisi tersebut dinilai ideal untuk memulai penataan ekowisata berbasis komunitas. Pengembangan berkelanjutan seperti penataan titik pandang foto, area duduk santai, maupun fasilitas kebersihan dapat ditambahkan bertahap tanpa merusak keaslian bentang alamnya.
Bupati Hamenang turut berpesan kepada warga setempat agar senantiasa merawat dan menjaga fasilitas jembatan tersebut, sehingga fungsi transportasi harian maupun potensi wisatanya dapat memberi kemanfaatan ekonomi dalam jangka panjang.












