infoklaten.com – Suasana akrab terasa di Desa Karangdukuh, Kecamatan Jogonalan, saat Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo datang menyapa warga melalui kegiatan Sambung Rasa. Kegiatan yang digelar di halaman sekolah ini menjadi momen bagi warga untuk berinteraksi langsung dengan orang nomor satu di Kabupaten Klaten.
Kedatangan Hamenang disambut dengan antusias oleh masyarakat setempat. Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun terlihat bersemangat menyambut kehadiran bupati. Momen hangat bahkan tercipta ketika Hamenang menyempatkan diri berfoto bersama anak-anak di lokasi kegiatan.
Ruang Aspirasi Warga
Kegiatan Sambung Rasa bukan sekadar ajang silaturahmi. Forum ini menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan secara langsung berbagai aspirasi dan masukan terkait kebutuhan pembangunan di wilayah mereka. Mulai dari infrastruktur hingga program pemberdayaan masyarakat, semua dibicarakan secara terbuka.
Dengan mendengar langsung suara warga, pemerintah daerah dapat menangkap persoalan riil yang dihadapi masyarakat di tingkat desa. Hal ini menjadi bahan pertimbangan penting dalam menyusun kebijakan dan prioritas pembangunan ke depan.
Komitmen Tindak Lanjut
Bupati Hamenang menegaskan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan akan diperhatikan dan diperjuangkan sesuai kemampuan anggaran serta skala prioritas. Usulan yang memungkinkan untuk segera direalisasikan akan langsung didorong, sementara yang lain akan dipertimbangkan dalam tahun anggaran berikutnya.
Tak hanya melalui kegiatan tatap muka, warga yang masih memiliki aspirasi atau belum sempat menyampaikannya dapat menghubungi nomor WhatsApp 08567567333. Nomor tersebut telah terhubung dengan dinas terkait, dan setiap laporan yang masuk akan dipantau secara langsung oleh pemerintah daerah.
Komunikasi Terus Terjaga
Melalui kegiatan Sambung Rasa, Bupati Hamenang berharap silaturahmi dengan masyarakat di berbagai desa di Klaten terus terjalin. Ia ingin memastikan bahwa pembangunan yang berjalan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan harapan warga.
“Tunggu saya di desa panjenengan, ya Lur,” tulis Hamenang dalam pesan penutupnya.
Dengan pendekatan langsung seperti ini, hubungan antara pemerintah dan masyarakat semakin erat, sekaligus memastikan bahwa setiap suara warga memiliki tempat untuk didengar dan diperjuangkan.






