20.000 PMR Klaten Pecahkan Rekor MURI Latihan Pertolongan Pertama

Event56 Views

KLATEN — Lebih dari 20.000 anggota Palang Merah Remaja (PMR) se-Kabupaten Klaten mengikuti pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan yang digelar secara serentak di Klaten. Aksi massal para pelajar ini dilaporkan memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai pelatihan pertolongan pertama dengan peserta terbanyak.

Para peserta berasal dari PMR tingkat Pemula, Madya, dan Wira yang datang dari berbagai sekolah di seluruh Kabupaten Klaten. Kegiatan ini diselenggarakan Palang Merah Indonesia (PMI) bersama sekolah-sekolah peserta, dengan dukungan jajaran Pemerintah Kabupaten Klaten.

Skala peserta yang mencapai puluhan ribu orang membuat pengamanan lalu lintas menjadi perhatian serius. Tim Dalops Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Klaten diterjunkan untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi penyelenggaraan, didukung personel Kepolisian Lalu Lintas. Pengaturan dilakukan sejak peserta datang hingga seluruhnya pulang, sehingga acara berjalan lancar tanpa mengganggu arus lalu lintas umum di sekitarnya.

Baca juga:

Rekor Baru untuk Kabupaten Klaten

Menurut laporan Solopos yang ditulis jurnalis Taufiq Sidik Prakoso, pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan dengan peserta lebih dari 20.000 orang ini berhasil memecahkan rekor MURI. Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Klaten, mengingat pesertanya adalah para pelajar yang merupakan generasi penerus daerah.

Klaten sendiri bukan kali pertama mencatatkan namanya di MURI lewat gerakan kepalangmerahan. Pada 2013 silam, PMI Klaten pernah memecahkan rekor MURI untuk kategori donor darah pemula terbanyak dalam kegiatan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) PMR di Taman Wisata Candi Prambanan. Kala itu sekitar 7.000 siswa SD/MI se-Kabupaten Klaten ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Bekal Keterampilan yang Menyelamatkan Nyawa

Pelatihan pertolongan pertama membekali para anggota PMR dengan kemampuan dasar menangani korban kecelakaan sebelum bantuan medis tiba. Materinya meliputi penilaian kondisi korban, pembukaan jalan napas, penanganan perdarahan, pembalutan luka, hingga pembuatan tandu darurat dari bahan-bahan sederhana.

Keterampilan ini sangat relevan dengan keseharian para pelajar. Kecelakaan lalu lintas maupun kecelakaan di lingkungan sekolah bisa terjadi kapan saja, dan kehadiran penolong pertama yang terlatih kerap menjadi penentu selamat atau tidaknya korban. Prinsip dasar pertolongan pertama adalah menyelamatkan jiwa, mencegah kecacatan, dan memberikan rasa nyaman pada korban.

Dishub Klaten dalam keterangannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Tim Dalops, para petugas lapangan, Kepolisian Lalu Lintas, penyelenggara, hingga masyarakat pengguna jalan yang bersabar selama acara berlangsung. Masyarakat yang ingin menyampaikan laporan gangguan atau saran terkait pengaturan lalu lintas dapat menghubungi kanal Lapormasbup melalui WhatsApp 08567567333.

Capaian rekor MURI ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi generasi muda Klaten untuk terus mengasah kepedulian sosial dan keterampilan kemanusiaan. Dengan 20.000 penolong muda yang terlatih, Klaten kini memiliki barisan garda depan yang siap membantu sesama saat keadaan darurat.

Sumber: Solopos/Espos.id (Taufiq Sidik Prakoso); dishub.klaten.go.id

Info Belanja:

Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *