Candi Bubrah Klaten, Candi Buddha Abad ke-9 di Antara Prambanan dan Sewu yang Dulu Hanya Tumpukan Batu

Sejarah, Wisata121 Views

KLATEN – Banyak wisatawan datang ke kawasan Prambanan hanya untuk melihat Candi Prambanan dan Candi Sewu. Padahal, di antara keduanya berdiri Candi Bubrah, candi Buddha abad ke-9 yang dulu hanya berupa tumpukan batu dan kini sudah berdiri utuh kembali.

Candi Bubrah berada di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Letaknya sekitar 300 meter di selatan Candi Sewu dan beberapa ratus meter di utara Candi Prambanan, masih di dalam kawasan Taman Wisata Candi Prambanan.

Arti Nama “Bubrah”

Dalam bahasa Jawa, bubrah berarti rusak, berantakan atau tidak beraturan. Nama ini diberikan karena saat ditemukan kembali pada awal abad ke-19, candi tersebut hanya berupa reruntuhan batu setinggi sekitar 2 meter.

Candi Bubrah dibangun pada abad ke-9 pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Denahnya berukuran sekitar 12 x 12 meter dengan tangga, serambi dan pintu yang menghadap ke timur. Para ahli menduga candi ini merupakan bagian dari kompleks besar Candi Sewu (Manjusrigrha), sebagai penanda arah di sisi selatan.

Baca juga:

Dipugar hingga Rampung 2017

Candi Bubrah masuk kawasan Taman Wisata Candi Prambanan sejak 1992. Pemugaran besar-besaran rampung pada 2017. Menurut catatan Wikipedia, rekonstruksi dikerjakan dalam tujuh tahap sejak 2011, selesai pada 14 Desember 2017, dengan biaya sekitar Rp11 miliar.

Kini wisatawan bisa melihat detail candi yang sudah dipulihkan, termasuk arca Buddha di relung dan hiasan makara. Tidak ditemukan prasasti yang menjelaskan sejarah candi ini.

Tips Berkunjung

  • Candi Bubrah bisa dicapai dengan berjalan kaki dari Candi Prambanan ke arah Candi Sewu melalui jalur di dalam kawasan.
  • Sekalian kunjungi Candi Lumbung di dekatnya, yang terdiri atas satu candi induk dan 16 candi perwara.
  • Datang pagi atau sore agar tidak terlalu panas, dan bawa topi serta air minum.
  • Cek tarif masuk dan jam buka terbaru di kanal resmi pengelola Taman Wisata Candi Prambanan sebelum berangkat.

Karena letaknya sedikit di luar jalur utama, suasana Candi Bubrah dan Candi Lumbung biasanya lebih sepi dibanding Candi Prambanan. Cocok bagi yang ingin berfoto atau menikmati candi dengan tenang.

Sumber: Wikipedia; Harindabama. Foto: Gunawan Kartapranata / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *