Kipas angin yang sudah berdebu biasanya terasa pelan meski sudah disetel ke kecepatan paling tinggi. Debu yang menempel di jeruji dan baling-baling menghambat aliran udara, membuat angin yang keluar terasa lemah dan kadang membawa bau apek ke seluruh ruangan.
Di musim kemarau seperti sekarang, debu di rumah warga Klaten juga lebih cepat menumpuk. Kipas angin yang jarang dibersihkan akhirnya bekerja lebih berat, motornya lebih cepat panas, dan suaranya bisa berubah menjadi berdengung.
Kabar baiknya, membersihkan kipas angin tidak sulit dan tidak butuh alat khusus. Yang paling penting adalah mencabut steker dari stopkontak sebelum mulai membongkar, supaya aman dari sengatan listrik.
Baca juga:
- 7 Cara Menghilangkan Jamur di Dinding Rumah, Ampuh dan Aman
- 7 Cara Membersihkan Kerak Kamar Mandi agar Kinclong Lagi
- 7 Cara Hemat Listrik di Rumah, Tagihan PLN Jadi Lebih Ringan
Cara Membersihkan Kipas Angin Langkah demi Langkah
1. Cabut steker dan bongkar jeruji. Lepaskan jeruji depan dengan membuka klip atau baut penguncinya, lalu lepas baling-baling sesuai petunjuk di buku manual. Simpan baut di satu wadah kecil agar tidak hilang.
2. Cuci jeruji dan baling-baling. Rendam jeruji dan baling-baling plastik dalam air sabun, gosok dengan spons lembut, lalu bilas sampai bersih. Untuk baling-baling logam, cukup dilap dengan kain lembap agar tidak berkarat.
3. Lap badan dan rumah motor. Bersihkan badan kipas angin dengan kain lembap. Jangan menyiram atau merendam bagian motor, karena air bisa merusak kumparan dan menimbulkan korsleting saat kipas dinyalakan lagi.
4. Bersihkan sela-sela yang sempit. Debu yang menempel di celah jeruji dan lubang ventilasi motor bisa dibersihkan dengan kuas kering atau sikat gigi bekas. Cara ini lebih aman daripada meniup debu, yang justru menyebarkannya ke ruangan.
5. Keringkan sampai benar-benar kering. Jemur atau lap semua bagian yang dicuci hingga kering sempurna sebelum dipasang kembali. Memasang baling-baling yang masih basah bisa menimbulkan bau lembap dan bercak air.
6. Periksa putaran dan bunyi. Setelah terpasang, nyalakan kipas angin sebentar dan perhatikan putarannya. Bila muncul bunyi berdecit, cek buku manual apakah ada lubang pelumas yang boleh ditetesi. Bila ragu, lebih baik dibawa ke tukang servis daripada membongkar motor sendiri.
7. Pasang kembali dengan rapat. Pastikan jeruji terkunci dengan benar dan baling-baling tidak goyang. Kipas angin yang terpasang longgar bisa bergetar, berisik, dan berbahaya bila baling-baling terlepas.
Agar Kipas Angin Tidak Cepat Berdebu Lagi
Lap jeruji dengan kain kering seminggu sekali, terutama bila kipas dipakai setiap hari. Hindari menempatkan kipas angin tepat di dekat jendela yang sering dilalui debu jalan atau di dapur yang penuh uap minyak, karena keduanya mempercepat debu menempel.
Bila kipas angin tidak dipakai dalam waktu lama, tutupi dengan kain atau sarung kipas agar debu tidak menumpuk. Kebiasaan kecil ini membuat pembersihan besar berikutnya jauh lebih ringan, dan angin dari kipas angin pun kembali terasa kencang dan segar.
Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps









