7 Cara Menghilangkan Jamur di Dinding Rumah, Ampuh dan Aman

Ekonomi110 Views

KLATEN — Noda hitam kehijauan di sudut dinding bukan cuma merusak pemandangan rumah. Jamur dinding tumbuh subur di permukaan yang lembap dan kurang sirkulasi udara, dan sporanya bisa memicu batuk, gatal, hingga kambuhnya alergi pada penghuni rumah. Kabar baiknya, jamur dinding yang masih ringan bisa dibersihkan sendiri tanpa harus memanggil tukang.

Jamur biasanya muncul di dinding kamar mandi, dapur, atau kamar tidur yang menempel ke sisi luar rumah. Penyebabnya beragam: rembesan air hujan dari atap atau talang bocor, uap air yang terperangkap, sampai cat dinding yang sudah tidak lagi kedap air. Sebelum membersihkan, cari dulu sumber lembapnya — jamur yang dibersihkan tanpa memperbaiki sumber airnya hampir pasti tumbuh lagi dalam hitungan minggu.

Selama proses pembersihan, buka jendela lebar-lebar dan pakai sarung tangan karet serta masker. Jangan menggosok jamur dalam keadaan kering karena spora akan beterbangan ke seluruh ruangan. Basahi dulu area berjamur dengan cairan pembersih, diamkan beberapa menit, baru digosok perlahan.

Baca juga:

7 Cara Menghilangkan Jamur Dinding yang Ampuh

1. Cuka putih. Semprotkan cuka putih murni ke area berjamur, diamkan 15–30 menit, lalu gosok dengan sikat dan bilas. Cuka efektif membunuh sebagian besar jenis jamur rumahan dan aman untuk dinding bercat.

2. Pasta soda kue. Campur soda kue dengan sedikit air hingga berbentuk pasta, oleskan ke noda, gosok perlahan, kemudian lap dengan kain lembap. Cara ini cocok untuk noda tipis dan dinding yang sensitif terhadap bahan kimia keras.

3. Cairan pemutih encer. Untuk noda membandel, campur satu bagian pemutih dengan sepuluh bagian air. Oleskan hanya di area bernoda, diamkan 10 menit, lalu bilas bersih. Jangan pernah mencampur pemutih dengan cuka atau pembersih lain karena menghasilkan gas berbahaya.

4. Air hangat dan sabun. Noda jamur yang baru muncul sering cukup dibersihkan dengan air hangat dan sabun cuci piring. Keringkan dinding dengan kain bersih agar tidak lembap kembali.

5. Perbaiki sumber lembap. Tambal talang bocor, perbaiki nat keramik kamar mandi yang retak, dan pastikan tidak ada pipa yang merembes di balik dinding. Ini langkah paling penting agar jamur tidak kembali.

6. Perbaiki sirkulasi udara. Buka jendela setiap pagi, nyalakan exhaust fan di kamar mandi dan dapur, dan jangan menempelkan lemari besar rapat-rapat ke dinding. Udara yang mengalir membuat dinding sulit lembap.

7. Cat ulang dengan cat antijamur. Setelah dinding benar-benar kering, lapisi dengan cat antijamur (antifungal). Cat jenis ini mengandung zat penghambat jamur sehingga noda lebih sulit tumbuh kembali, terutama di musim hujan.

Kapan Harus Memanggil Ahli?

Jika jamur menutupi area lebih dari satu meter persegi, menembus ke dalam plester, atau penghuni rumah mengalami sesak napas dan alergi berkepanjangan, sebaiknya hubungi jasa perbaikan rumah profesional. Jamur yang sudah masuk ke struktur dinding tidak cukup dibersihkan dari permukaan saja.

Untuk warga Klaten, pencegahan jauh lebih murah daripada perbaikan. Periksa sudut-sudut rumah secara berkala, terutama setelah hujan deras, dan segera keringkan dinding yang basah sebelum jamur sempat tumbuh. Rumah yang kering bukan hanya lebih enak dipandang, tapi juga lebih sehat untuk keluarga.

Sumber: panduan perawatan rumah dan kesehatan lingkungan. Artikel ini bersifat edukasi umum.

Info Belanja

Website: https://www.klatenshop.com

Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *