Harga Jagung Klaten Tembus Rp7.400/Kg, Petani Raup Rp13 Juta per Patok

Ekonomi147 Views

KLATEN, infoklaten.com — Petani jagung di Kabupaten Klaten semringah menyambut musim panen tahun ini. Harga jual jagung kering menembus Rp7.000 hingga Rp7.400 per kilogram (kg), menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah penanaman jagung di wilayah tersebut.

Salah satu petani di Desa Munggung, Kecamatan Karangdowo, Teguh, 63, mengatakan harga jagung kering saat ini mencapai Rp7.000 per kg. Harga itu jauh lebih tinggi dibandingkan musim panen tahun lalu yang hanya berkisar Rp4.000–Rp5.000 per kg.

Tahun ini, Teguh menanam jagung di dua patok lahan yang dikelolanya. Satu patok sawah di wilayah tersebut memiliki luas sekitar 1.600 meter persegi. “Alhamdulillah. Semoga besok bisa diulang lagi [harga jagung tinggi],” kata Teguh saat ditemui di Desa Munggung, Kamis (5/11/2026).

Baca juga:

Menurut Teguh, hasil penjualan petani berbeda-beda tergantung cara panen. Jika hasil panen dibeli penebas, petani di wilayahnya memperoleh sekitar Rp9 juta per patok. Namun, pendapatan bisa lebih tinggi bila petani memanen sendiri, kemudian menjual jagung setelah dikeringkan. Dengan cara itu, hasil penjualan bisa mencapai Rp12 juta hingga Rp13 juta per patok.

“Kalau panen sendiri, nanti sudah ada yang mengambil. Itu kalau sepatok bisa mendapatkan Rp12 juta sampai Rp13 juta. Ya kalau selisih dengan yang ditebas sekitar Rp2 juta,” jelasnya.

Harga jual yang tinggi membuat petani memperoleh keuntungan lebih besar dibandingkan musim panen sebelumnya. Biaya produksi yang dikeluarkan sejak penanaman hingga perawatan mencapai sekitar Rp2,5 juta per patok. Biaya itu antara lain digunakan untuk membeli benih dan pupuk, membayar delapan tenaga kerja untuk penanaman, serta membeli bahan bakar minyak (BBM) untuk pompa air.

Harga Komoditas Pangan Naik

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten, Lilik Nugraharja, membenarkan harga sejumlah komoditas pertanian sedang bagus, termasuk jagung, padi, dan tebu.

“Tidak hanya jagung, padi hingga tebu juga bagus. Tebu itu kemarin awal giling harganya Rp60.000 per kuintal, sekarang Rp120.000 per kuintal,” jelas Lilik.

Khusus jagung, harga jual saat ini mencapai sekitar Rp7.400 per kg. Lilik membenarkan harga tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah penanaman jagung di Klaten.

Lilik menjelaskan luas tanam jagung di Klaten tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu faktor yang memengaruhi peningkatan tersebut adalah fenomena El Nino yang beriringan dengan musim kemarau sehingga menyebabkan kekeringan lebih ekstrem dan curah hujan rendah. Kondisi itu membuat sebagian petani memilih menanam jagung daripada padi, terutama di wilayah dengan sumber irigasi terbatas. Saat ini, total luas tanam jagung di Klaten mencapai sekitar 11.000 hektare (ha). Pada tahun-tahun sebelumnya, luas tanam komoditas tersebut berkisar 9.000–10.000 ha.

Meski luas tanam jagung di Klaten lebih kecil dibandingkan sejumlah daerah lain di Jawa Tengah, produktivitasnya tercatat paling tinggi di tingkat provinsi. “Kalau produktivitas rata-rata per ha itu 10 ton. Kalau di Jawa Tengah rata-rata sekitar 6 ton hingga 7 ton per ha. Produktivitas di Klaten menjadi yang tertinggi se-Jawa Tengah,” jelas Lilik.

Bagi warga Klaten, kabar ini menjadi angin segar di tengah musim panen. Harga jagung yang tinggi tidak hanya menambah penghasilan petani, tetapi juga menunjukkan pertanian Klaten mampu bersaing di tingkat provinsi. Dengan produktivitas tertinggi se-Jawa Tengah, petani Klaten berpeluang menikmati hasil yang lebih baik selama harga komoditas pangan tetap terjaga.

Sumber: Solopos/Espos.id, Kamis 5 November 2026. Peristiwa: panen jagung di Desa Munggung, Karangdowo, Klaten, Kamis (5/11/2026).


Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *