Helm yang dipakai setiap hari lama-lama bisa menimbulkan bau apek. Keringat, debu jalanan, dan udara lembap menempel di busa bagian dalam, lalu menjadi sarang bau yang membuat perjalanan terasa tidak nyaman. Padahal, helm yang bersih bukan hanya soal wangi, tetapi juga soal kenyamanan dan kebersihan kulit kepala.
Di Klaten, pengendara motor umumnya memakai helm untuk perjalanan kerja, antar anak sekolah, hingga bepergian antarkecamatan. Helm yang dipakai dalam kondisi panas dan macet tentu lebih cepat lembap. Jika dibiarkan, bau apek bisa makin kuat dan busa helm terasa lengket saat dipakai.
Kabar baiknya, membersihkan helm tidak harus selalu ke tempat cuci helm. Dengan perlengkapan sederhana di rumah, helm bisa kembali segar asalkan caranya benar. Kuncinya adalah membersihkan bagian luar dan dalam secara terpisah, serta tidak terburu-buru saat mengeringkannya.
Baca juga:
- Panduan Memilih Helm Motor yang Aman dan Nyaman
- Cara Menghilangkan Bau Sepatu, Ampuh dan Tahan Lama
- Kasur Bau Apek? Ini Cara Mencucinya agar Bersih dan Nyaman Dipakai
Siapkan Perlengkapan dan Lepas Busa Bila Bisa
Siapkan kain microfiber, sabun cair yang lembut, air bersih, sikat gigi bekas untuk sela-sela ventilasi, dan lap kering. Hindari deterjen keras, pemutih, dan semprotan parfum langsung ke busa, karena bahan kimia keras bisa merusak busa dan meninggalkan aroma yang justru menyengat.
Jika busa helm bisa dilepas, lepaslah dengan hati-hati sesuai petunjuk helm. Busa yang bisa dilepas jauh lebih mudah dibersihkan dan dikeringkan. Jika busa tidak bisa dilepas, cukup bersihkan permukaannya dengan kain lembap, jangan merendam seluruh helm.
Bersihkan Bagian Luar dan Visor dengan Lembut
Untuk bagian luar, lap debu dengan kain kering terlebih dahulu agar tidak menggores permukaan. Setelah itu, usap dengan kain microfiber yang dibasahi air sabun encer, lalu lap lagi dengan kain bersih yang lembap. Cara ini cukup untuk mengangkat kotoran ringan tanpa merusak cat helm.
Visor atau kaca helm perlu perlakuan lebih lembut. Gunakan kain microfiber yang bersih dan air sabun encer, gosok perlahan satu arah, lalu keringkan. Hindari kain kasar dan tisu kering karena bisa menimbulkan goresan halus yang mengganggu pandangan, terutama saat berkendara malam hari.
Cuci Busa dan Keringkan Sampai Benar-Benar Kering
Rendam busa yang sudah dilepas dalam air sabun lembut selama beberapa menit, lalu kucek perlahan dan bilas sampai air bilasannya jernih. Setelah itu, tekan busa dengan handuk kering untuk menyerap air sebanyak mungkin.
Jemur busa di tempat yang teduh dan berangin, bukan di bawah sinar matahari langsung yang terik. Jemur sampai benar-benar kering sebelum dipasang kembali. Busa yang masih lembap lalu langsung dipakai justru akan kembali bau, bahkan bisa menimbulkan rasa gatal di kulit kepala.
Agar Helm Tetap Segar Lebih Lama
Setelah bersih, biasakan mengangin-anginkan helm setelah dipakai, jangan langsung dimasukkan ke dalam jok motor yang panas dan tertutup. Jika helm kehujanan, lap bagian luar dan angin-anginkan busanya sebelum dipakai lagi.
Gunakan juga pelindung kepala atau balaclava tipis bila sering berkendara jauh, karena lapisan ini menyerap keringat dan bisa dicuci secara terpisah. Terakhir, periksa tali pengikat dan bantalan pipi secara berkala. Jika busa sudah tipis, mengelupas, atau helm pernah jatuh keras, pertimbangkan untuk menggantinya demi keselamatan, bukan sekadar kebersihan.
Dengan perawatan rutin, helm tidak hanya bebas bau apek, tetapi juga lebih nyaman dipakai setiap hari di jalanan Klaten.
Info Belanja
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps








