Blender adalah salah satu peralatan dapur yang paling sering dipakai warga, dari membuat jus buah di pagi hari sampai menghaluskan bumbu untuk masakan sehari-hari. Sayangnya, banyak blender yang cepat rusak bukan karena kualitasnya jelek, melainkan karena kebiasaan pemakaian yang keliru dan diulang setiap hari.
Padahal, kerusakan blender umumnya bisa dicegah. Motor yang cepat panas, pisau yang tumpul, hingga gelas yang retak sering kali berawal dari hal sepele yang luput diperhatikan. Mengenali kebiasaan-kebiasaan ini bisa membuat blender lebih awet dan menghemat pengeluaran rumah tangga.
Di Klaten, blender bukan cuma dipakai di dapur rumah. Banyak warung jus, penjual es buah, dan usaha kuliner rumahan yang mengandalkan blender setiap hari. Bagi mereka, blender yang rusak berarti usaha ikut terhenti. Karena itu, merawat blender sama pentingnya dengan merawat peralatan usaha lainnya.
Baca juga:
- 7 Kebiasaan yang Bikin Air Fryer Cepat Rusak, Hindari Mulai Sekarang
- 7 Kebiasaan yang Bikin Dispenser Cepat Rusak, Hindari Mulai Sekarang
- 7 Kebiasaan yang Bikin Mesin Cuci Cepat Rusak, Hindari Mulai Sekarang
1. Memblender bahan yang masih terlalu panas
Memasukkan sup atau bahan yang baru mendidih ke dalam gelas blender bisa membuat gelas retak dan uap panas menekan tutup hingga terlepas. Biarkan bahan agak dingin dulu sebelum diblender, atau gunakan mode khusus bila blender memang dirancang untuk bahan panas.
2. Mengisi gelas melebihi batas maksimal
Gelas yang diisi terlalu penuh membuat motor bekerja lebih berat dan cairan mudah meluap ke bagian bawah mesin. Isi maksimal tiga perempat gelas, lalu tambahkan cairan sedikit demi sedikit bila perlu.
3. Menyalakan blender tanpa jeda terlalu lama
Motor blender butuh jeda. Menyalakannya terus-menerus selama beberapa menit membuat motor cepat panas dan lama-lama melemah. Gunakan pola nyala-berhenti, misalnya 30 detik menyala lalu istirahat sejenak, terutama untuk bahan yang kental.
4. Memaksa menghancurkan es batu dan bahan keras
Tidak semua blender sanggup menghancurkan es batu dalam jumlah banyak. Memaksanya bisa menumpulkan pisau dan membebani motor. Hancurkan es sedikit demi sedikit, tambahkan cairan, dan pastikan blender memang punya pisau serta daya yang memadai.
5. Membiarkan pisau dan gelas tetap basah setelah dicuci
Sisa air yang menggenang di sekitar pisau dan dudukan karet bisa menimbulkan karat dan bau. Setelah dicuci, keringkan pisau, gelas, dan seal karet sebelum disimpan, dan jangan merendam bagian motor di dalam air.
6. Menarik kabel saat mencabut dan melilitnya terlalu ketat
Kabel yang sering ditarik dari stopkontak atau dililit terlalu kencang mudah putus di dalam dan bisa menimbulkan korsleting. Cabut dengan memegang kepala colokan, dan simpan kabel dalam gulungan yang longgar.
7. Jarang membersihkan seal karet dan dasar gelas
Sisa jus dan bumbu yang menempel di seal karet bisa mengeras, menimbulkan bau, dan membuat gelas bocor. Bongkar dan bersihkan seal karet serta dasar gelas secara berkala, lalu ganti seal bila sudah melar atau retak.
Merawat blender tidak membutuhkan biaya besar, hanya ketelatenan. Dengan menghindari tujuh kebiasaan di atas, blender di rumah maupun di usaha kuliner bisa bertahan lebih lama dan tetap bekerja maksimal setiap hari.
Sumber: panduan perawatan umum peralatan dapur listrik dari produsen blender.
Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps








