Klaten Gelar Tanam Tebu Perdana Bongkar Ratoon di Tarubasan

Ekonomi123 Views

KLATEN, infoklaten.com — Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Klaten Mahanni Yulindha Pratiwi bersama jajaran Kementerian Pertanian RI, PT Sinergi Gula Nusantara, PT Madubaru, Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten, dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten menghadiri Tanam Tebu Perdana Program Bongkar Ratoon di Desa Tarubasan, Kecamatan Karanganom, Jumat (30/10/2026). Langkah ini dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten untuk mendorong peningkatan produktivitas tebu demi mendukung swasembada gula nasional.

Program Bongkar Ratoon merupakan upaya peremajaan tanaman tebu yang telah beberapa kali dikepras atau dipanen ulang (ratoon) dan produktivitasnya rendah. Tanaman tebu lama dibongkar, lalu diganti dengan bibit unggul bersertifikat.

Pergantian bibit ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus memperkuat pasokan bahan baku gula dari dalam negeri. Dengan tanaman baru yang lebih sehat, petani berpeluang memperoleh hasil panen yang lebih baik dibanding mempertahankan tunggul tebu tua.

Baca juga:

Apa Itu Bongkar Ratoon?

Dalam budidaya tebu, tanaman yang sudah dipanen tidak selalu langsung dicabut. Tunggul yang tertinggal bisa tumbuh kembali dan dipanen ulang, yang dalam istilah pertanian disebut ratoon atau kepras. Namun, setelah beberapa kali kepras, produktivitas tanaman cenderung menurun.

Di titik inilah program Bongkar Ratoon berperan. Tanaman lama yang sudah berulang kali dikepras dibongkar total, kemudian lahan ditanami kembali dengan bibit unggul bersertifikat. Peremajaan seperti ini menjadi fondasi penting agar kebun tebu kembali produktif dalam jangka panjang.

Dukungan untuk Swasembada Gula

Kehadiran unsur pemerintah pusat, perusahaan gula, kejaksaan, dan dinas pertanian dalam satu kegiatan di Tarubasan menunjukkan program ini dikawal lintas sektor. Bagi petani setempat, peremajaan ini membuka peluang panen yang lebih baik pada musim berikutnya karena tanaman berasal dari bibit unggul bersertifikat, bukan tunggul tua yang sudah berulang kali dikepras.

Ke depan, keberhasilan peremajaan di Tarubasan diharapkan menjadi contoh bagi lahan tebu lain di Klaten yang mengalami kondisi serupa. Produktivitas yang meningkat tidak hanya menguntungkan petani, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan pasokan gula nasional.

Sumber: Astakom.com (foto: Dok. Admin Prokopim Klaten), Sabtu 31 Oktober 2026. Peristiwa terjadi Jumat 30 Oktober 2026.

Info Belanja:

Website: https://www.klatenshop.com

Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *