Kran Air Bocor? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya di Klaten

Ekonomi45 Views

KLATEN, infoklaten.com — Tetesan air dari kran yang tidak kunjung berhenti sering dianggap sepele. Padahal, kran bocor bisa membuang puluhan liter air setiap hari, membuat tagihan air membengkak, dan memicu lembap di sekitar wastafel atau dinding dapur. Kabar baiknya, sebagian besar kran bocor bisa diatasi sendiri di rumah.

Sebelum memperbaiki, kenali dulu penyebabnya. Penyebab paling umum adalah karet seal atau washer yang sudah aus dan mengeras karena usia pemakaian. Selain itu, kartrid kran yang retak, mur pengunci yang longgar, tekanan air yang terlalu tinggi, serta kerak kapur yang menumpuk di dalam kran juga bisa menjadi biang kebocoran.

Langkah pertama adalah mencari tahu dari mana air menetes. Keringkan seluruh bagian kran, lalu amati dengan saksama. Tetesan dari mulut kran biasanya menandakan seal atau kartrid bermasalah, sedangkan rembesan dari pangkal atau sambungan kran menandakan mur longgar atau seal sambungan yang sudah getas. Setelah itu, tutup stop kran atau keran utama sebelum membongkar apa pun agar air tidak menyembur.

Baca juga:

7 Cara Mengatasi Kran Air Bocor

1. Kencangkan mur dan sambungan. Gunakan kunci Inggris untuk mengencangkan mur pengunci yang longgar. Lakukan perlahan agar ulir tidak rusak, lalu buka kembali aliran air dan periksa apakah rembesan berhenti.

2. Ganti karet seal atau washer. Buka gagang kran, lepas washer lama, dan ganti dengan ukuran yang sama persis. Bawa contoh washer lama saat membeli agar ukurannya pas.

3. Bersihkan kerak kapur. Rendam saringan ujung kran (aerator) dan bagian dalam kran dalam larutan cuka selama beberapa jam, lalu sikat perlahan. Kerak yang hilang membuat aliran air kembali lancar dan rapat.

4. Ganti kartrid kran. Untuk kran tuas tunggal, kartrid yang aus adalah penyebab bocor paling sering. Lepas kartrid lama dan pasang kartrid baru dengan merek dan ukuran yang sesuai.

5. Lilitkan seal tape pada ulir. Pada sambungan berulir yang merembes, lilitkan seal tape (isolasi pipa) searah ulir sebanyak beberapa lapis sebelum dipasang kembali. Cara sederhana ini cukup ampuh menghentikan rembesan kecil.

6. Turunkan tekanan air. Jika seluruh kran di rumah menetes, kemungkinan tekanan air terlalu tinggi. Atur katup penurun tekanan atau konsultasikan dengan tukang ledeng.

7. Ganti kran bila sudah korosi parah. Kran yang bodinya sudah keropos atau retak tidak layak diperbaiki lagi. Mengganti kran baru justru lebih hemat daripada terus menambal kebocoran.

Kapan Harus Memanggil Tukang Ledeng

Segera hubungi tukang ledeng bila kebocoran berasal dari pipa di dalam dinding, air merembes hingga menggelembungkan cat, atau kran tetap menetes setelah seal dan kartrid diganti. Kebocoran yang dibiarkan bisa merusak struktur bangunan dan memicu tumbuhnya jamur.

Sebagai pencegahan, biasakan menutup kran dengan lembut, bersihkan aerator berkala, dan periksa kondisi kran setiap beberapa bulan. Perawatan kecil jauh lebih murah daripada memperbaiki kerusakan besar. Dengan langkah di atas, kran kembali rapat dan air tidak terbuang sia-sia.

Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *