Sop Ayam Pak Min, Kuliner Legendaris Klaten yang Berawal dari Pikulan hingga Puluhan Cabang

UMKM177 Views

INFOKLATEN.COM – Berbicara tentang kuliner Kabupaten Klaten, hampir mustahil melewatkan Sop Ayam Pak Min. Kuah bening yang gurih, isian soun, seledri, dan taburan bawang goreng, serta potongan ayam empuk berbumbu menjadi ciri khas yang membuat warung ini legendaris. Namun, sedikit yang tahu bahwa usaha yang kini memiliki puluhan cabang itu berawal dari pikulan di era 1960-an.

Usaha Sop Ayam Pak Min dirintis pasangan suami istri Tugimin Mangun Suwito (Pak Min) dan Wagiyem. Sebelum berjualan, Pak Min bekerja serabutan, mulai dari tukang becak, makelar sepeda, hingga pernah menjadi veteran perang. Setelah memiliki empat anak, ia terinspirasi dari bibinya yang berjualan sup berisi kubis dan wortel. Pak Min kemudian meracik versinya sendiri: isinya diganti menjadi soun, seledri, dan ayam.

Setiap hari, Pak Min memikul dagangannya dari kampung ke kampung di Klaten. Salah satu lokasi favoritnya adalah kawasan Terminal Klaten, yang kini menjadi lokasi Masjid Raya Klaten. Menu yang dijual kala itu sederhana: nasi, kuah sop bening, potongan ayam berbumbu, dan pelengkap seledri serta bawang goreng. Perjalanan awalnya tidak mudah; sop ayam racikan Pak Min belum banyak dikenal sehingga dagangannya kerap tidak habis terjual.

Baca juga:

Perlahan, cita rasa sop ayam Pak Min mulai mendapat tempat di hati masyarakat. Usaha yang semula dijajakan dengan pikulan berkembang menggunakan gerobak. Memasuki dekade 1980-an, keluarga Pak Min membuka warung permanen pertama di kawasan Pasar Gede Klaten. Saat itu proses memasak masih menggunakan kayu bakar, yang dipercaya mampu mempertahankan aroma dan cita rasa khas kuah sop.

Dari Pasar Gede Klaten, usaha keluarga ini melejit. Pada 1999, cabang pertama dibuka di Pandanrejo, Klaten, atas inisiasi Tukiman “Ragil”, putra keempat Pak Min. Sejak saat itu ekspansi terus berlanjut. Kini Sop Ayam Pak Min memiliki sekitar 40 cabang yang tersebar di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kesuksesan itu diteruskan oleh anak-anak Pak Min yang tetap mempertahankan resep turun-temurun. Keempat anaknya masing-masing mengelola belasan cabang tanpa persaingan; mereka justru saling berkoordinasi dan saling mengoreksi agar cita rasa tetap sama. Warung-warung Sop Ayam Pak Min mudah dikenali dari umbul-umbul berwarna hijau.

Bagi penggemar kuliner, sop ayam Klaten yang juga dikenal dengan sebutan sop pecok ini menawarkan varian campur maupun pisah. Pelanggan bisa memilih bagian ayam favorit, mulai dari paha, dada, sayap, leher, ceker, hingga brutu. Seporsi sop disajikan hangat dengan kuah kaldu yang gurih, cocok dinikmati kapan saja.

Sumber: Solopos/Espos.id, indonesiakini.id, info.visitklaten.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *