Sejarah Desa Talang Klaten: Kisah Eyang Talang Pati hingga Perubahan Wilayah dari Cawas ke Bayat

Budaya, Sejarah403 Views

infoklaten.com – Setiap desa di Kabupaten Klaten memiliki sejarah dan cerita khas yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakatnya. Salah satunya adalah Desa Talang, Kecamatan Bayat, yang menyimpan banyak kisah mengenai asal-usul nama dan perjalanan administratifnya.

Desa Talang terletak sekitar 36 kilometer dari pusat Kota Solo. Perjalanan menuju wilayah ini dapat ditempuh sekitar 1 jam 6 menit menggunakan kendaraan pribadi, tergantung kondisi lalu lintas. Secara administratif, desa ini kini berada di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Di balik keberadaannya saat ini, masyarakat setempat masih mempercayai cerita mengenai asal-usul nama desa yang dituturkan secara turun-temurun. Berdasarkan penuturan para pinisepuh, nama Talang memiliki kaitan erat dengan sosok sesepuh bernama Eyang Talang Pati.

Kisah menyebutkan bahwa Eyang Talang Pati merupakan seorang pendatang yang pernah berseteru dengan tokoh bernama Eyang Anjab. Pada masa itu, konon berlaku hukum rimba di mana pihak yang menang akan berkuasa. Kedua tokoh tersebut kemudian terlibat perkelahan. Dalam pertarungan tersebut, Eyang Anjab keluar sebagai pemenang, sementara Eyang Talang Pati gugur dan dimakamkan di sebelah selatan Dukuh Talang Kidul, RT 02/RW 03. Kisah inilah yang dipercaya menjadi salah satu asal-usul penamaan Desa Talang.

Kepercayaan masyarakat setempat juga mengaitkan pertarungan tersebut dengan hari pasaran Pon. Konon, kekalahan Eyang Talang Pati terjadi pada hari pasaran Pon. Hingga kini, warga di Dukuh Talang Kidul, Talang Kauman, dan Talang Wetan meyakini bahwa pasaran Pon merupakan hari yang kurang baik atau hari naas. Pasaran tersebut kemudian dihindari untuk kegiatan tertentu seperti menggelar hajatan atau memulai pembangunan.

Baca juga:

Tidak hanya Eyang Talang Pati, kisah asal-usul Desa Talang juga berkaitan dengan Eyang Anjab. Setelah meninggal, Eyang Anjab dimakamkan di suatu lokasi yang kemudian dikenal dengan nama Bawakjapan, yang kini menjadi wilayah RW 05 Desa Talang. Dengan demikian, kedua tokoh tersebut tidak hanya dikaitkan dengan nama desa tetapi juga dengan penamaan salah satu wilayah di desa tersebut.

Selain sejarah penamaan, Desa Talang juga pernah mengalami perubahan wilayah administratif. Pada masa lalu, desa ini masih masuk dalam wilayah Kecamatan Cawas. Kemudian terjadi tukar-menukar wilayah desa antara Desa Talang di Kecamatan Cawas dengan Desa Karangasem di Kecamatan Bayat. Setelah pertukaran tersebut, Desa Talang masuk ke Kecamatan Bayat, sementara Desa Karangasem menjadi bagian dari Kecamatan Cawas.

Salah satu cerita yang memperkuat sejarah tersebut berkaitan dengan masa pemerintahan Karto Dikromo. Pada masa itu, wilayah Desa Bawak di Kecamatan Cawas dan Desa Talang pernah berada dalam satu pemerintahan dengan satu kepala desa, yakni Karto Dikromo. Baru pada sekitar tahun 1918, Desa Talang dan Desa Bawak dipisahkan. Karto Dikromo kembali terpilih sebagai lurah Desa Bawak, sementara Desa Talang dipimpin oleh Iman Besari. Pada periode inilah Desa Talang menjadi bagian dari Kecamatan Bayat melalui proses tukar-menukar wilayah.

Saat ini, Desa Talang berjarak sekitar 7,3 kilometer dari pusat Kecamatan Bayat dan sekitar 14 kilometer dari pusat Kabupaten Klaten. Wilayahnya juga dilalui Sungai Dengkeng, salah satu anak Sungai Bengawan Solo. Desa Talang berbatasan dengan Kecamatan Trucuk di sebelah utara, Kecamatan Cawas dan Trucuk di timur, Desa Tegalrejo dan Kecamatan Cawas di selatan, serta Desa Gunung Gajah, Desa Tawangrejo, dan Kecamatan Trucuk di barat.

Selain menyimpan sejarah lokal yang kaya, Desa Talang juga memiliki potensi wisata, salah satunya Batu Putih Gajah Rejo. Kisah Eyang Talang Pati, Eyang Anjab, hingga perubahan administratif desa menjadi bagian dari warisan sejarah yang terus diwariskan dari generasi ke generasi oleh masyarakat setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *