KLATEN, infoklaten.com — Kabar membanggakan datang dari Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan. Desa wisata di ujung barat Kabupaten Klaten ini meraih juara kedua kategori Sistem Ekonomi Sirkular Terintegrasi berbasis Desa Wisata (Sirkulata) dalam ajang 17th SATU Indonesia Awards yang digelar PT Astra International Tbk.
Penghargaan tersebut diumumkan pada Rabu (28/10/2026) di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta. Prestasi ini menjadi pengakuan atas inovasi Desa Bugisan dalam mengembangkan sistem ekonomi sirkular yang mengintegrasikan pengelolaan sampah, pemanfaatan sumber daya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi desa wisata.
Selama empat tahun terakhir, Desa Sejahtera Astra Bugisan mengembangkan pendekatan pengelolaan sampah melalui program Sirkulata. Program ini tidak sekadar berorientasi pada pengurangan limbah, tetapi mengolah sampah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi bagi warga.
Baca juga:
- 5 Candi Bersejarah di Klaten, Jejak Kejayaan Mataram Kuno
- Asal-usul Desa Tambak Klaten, Kisah Dua Prajurit Majapahit
- Polresta Klaten Sosialisasikan Layanan 110 di Prambanan
Sampah Diolah Jadi Kompos, Pakan Ternak, dan Produk Kreatif
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan Astra, pengelolaan sampah di Bugisan dikembangkan melalui tiga siklus pemanfaatan. Sampah organik diolah menjadi kompos untuk pertanian, sebagian dimanfaatkan sebagai pakan ternak, dan sisanya dikreasikan menjadi produk kreatif bernilai jual.
Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi sirkular yang terintegrasi dan berkelanjutan di tingkat desa. Sampah yang sebelumnya dipandang sebagai persoalan kini diolah menjadi sumber daya produktif yang memberi manfaat lebih luas bagi warga.
Dampak program Sirkulata juga meluas ke wilayah lain. Program ini telah mendampingi 15 desa Program Kampung Iklim (Proklim), melibatkan enam dusun, serta memproyeksikan pemanfaatan sebanyak 3.500 kilogram pupuk organik untuk pertanian warga.
Desa Wisata yang Sudah Dikenal Sejak Lama
Bagi warga Klaten, nama Bugisan sebenarnya bukan nama baru di dunia pariwisata. Desa yang terletak dekat kawasan Candi Prambanan dan Candi Plaosan ini dirintis sebagai desa wisata sejak 2015 dan pernah masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.
Di Bugisan, wisatawan bisa menikmati paket wisata gerobak sapi keliling desa, melihat produksi jamu dan emping, bermain karawitan dan gejog lesung, hingga menginap di homestay milik warga. Aneka kuliner UMKM setempat bisa dinikmati di Paseban Candi Kembar, sementara Taman Lampion dan festival tahunan menjadi daya tarik tambahan.
Penghargaan SATU Indonesia Awards 2026 ini pun melengkapi deretan prestasi Bugisan. Ajang tahun ini diikuti 19.155 peserta, naik sekitar 8 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencatat 17.708 peserta. Untuk kategori Desa Sejahtera Astra, tercatat 265 pendaftar dari 17 provinsi, dan Bugisan menjadi salah satu dari empat desa yang mendapat apresiasi.
Capaian Bugisan menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi pintu masuk bagi inovasi lingkungan sekaligus penguatan ekonomi masyarakat. Desa-desa lain di Klaten pun bisa mencontoh pola ini: sampah dikelola bersama, hasilnya kembali ke warga, dan desa wisata tumbuh dengan cara yang berkelanjutan.
Sumber: Espos.id, 29 Oktober 2026; PT Astra International Tbk.
Info belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps












