Gaji bulanan terasa pas-pasan, sementara kebutuhan keluarga terus bertambah. Tak heran bila kini banyak karyawan di Klaten yang melirik usaha sampingan sebagai sumber penghasilan tambahan di luar jam kerja.
Kabar baiknya, memulai usaha sampingan tidak selalu butuh modal besar. Dengan dana di bawah Rp5 juta, ada cukup banyak peluang yang bisa dikerjakan sepulang kerja atau di akhir pekan, tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama.
Kuncinya adalah memilih usaha yang sesuai dengan keterampilan, waktu luang, dan kondisi lingkungan sekitar. Berikut lima ide usaha sampingan yang realistis dijalankan karyawan di Klaten, lengkap dengan gambaran modal awalnya.
Baca juga:
- UMK Klaten 2026 Naik Jadi Rp2,53 Juta, Ini Rincian dan Cara Ceknya
- NIB, Nomor Induk Berusaha: Syarat dan Cara Daftar Online Gratis untuk UMKM Klaten
- Kirab Bendera 200 Meter, Warga Jatinom Hidupkan Lagi Pasar Jatinom
5 Ide Usaha Sampingan Klaten Modal di Bawah Rp5 Juta
1. Titip Jajanan dan Snack ke Warung
Gorengan, keripik, atau kue basah buatan sendiri punya pasar yang jelas: warung kelontong dan kantin di sekitar tempat tinggal. Modal awal sekitar ratusan ribu hingga satu jutaan rupiah untuk bahan baku, kemasan, dan alat masak sederhana. Sistemnya titip jual, sehingga tidak perlu menyewa lapak. Kuncinya ada pada rasa yang konsisten dan kemasan yang rapi agar warung mau menerima titipan secara rutin.
2. Angkringan atau Warung Kopi Sore Hari
Sepulang kerja, halaman depan rumah bisa disulap menjadi angkringan sederhana. Gerobak atau meja lipat, kompor kecil, dan persediaan kopi, teh, serta nasi kucing sudah cukup untuk memulai. Modal awalnya sekitar dua hingga tiga jutaan rupiah. Usaha ini cocok untuk karyawan karena jam ramainya justru sore hingga malam, setelah jam kantor selesai.
Usaha Berbasis Keterampilan dan Online
3. Jasa Sesuai Keterampilan
Punya keahlian servis HP, potong rambut, atau desain grafis? Jasa adalah usaha sampingan dengan modal paling kecil karena yang dijual adalah keterampilan. Promosinya bisa lewat grup WhatsApp RT, tetangga, dan rekan kerja. Modal awal umumnya di bawah satu juta rupiah untuk peralatan pendukung, dan tarif jasa bisa diatur fleksibel mengikuti harga pasaran setempat.
4. Reseller atau Dropship Produk Harian
Bagi yang tidak punya banyak waktu luang, menjadi reseller atau dropshipper produk kebutuhan harian bisa jadi pilihan. Tidak perlu menyetok barang, cukup mempromosikan lewat media sosial dan meneruskan pesanan ke supplier. Modal awal sekitar ratusan ribu rupiah untuk paket data, sampel produk, dan promosi. Pilih produk yang perputarannya cepat, misalnya sembako, pakaian, atau perlengkapan rumah tangga.
Ternak Kecil di Pekarangan
5. Ternak Lele atau Ayam Kampung
Bagi karyawan yang punya pekarangan agak luas di kampung, ternak lele di kolam terpal atau ayam kampung bisa menjadi tabungan berjalan. Perawatannya bisa dilakukan pagi dan sore hari sebelum dan sesudah kerja. Modal awal sekitar satu hingga tiga jutaan rupiah untuk kolam terpal, bibit, dan pakan awal. Panennya bertahap, sehingga hasilnya bisa dinikmati berkala.
Tips Agar Usaha Sampingan Bertahan Lama
Apa pun pilihannya, pisahkan uang usaha dari uang belanja rumah tangga agar modal tidak tergerus. Mulailah dari skala kecil, uji pasarnya, lalu kembangkan perlahan. Konsistensi jauh lebih penting daripada modal besar. Bila usaha sudah berjalan dan berkembang, pertimbangkan mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) agar usaha lebih resmi dan mudah mengakses program bantuan UMKM.
Info belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps






