KLATEN, infoklaten.com — Menyisir rambut lalu mendapati gumpalan helai tertinggal di sisir tentu membuat khawatir. Padahal, rambut rontok sebanyak 50 sampai 100 helai setiap hari masih tergolong normal. Rambut yang rontok itu akan digantikan rambut baru yang tumbuh dari folikel yang sama.
Rambut rontok menjadi masalah bila jumlahnya jauh melebihi batas normal, berlangsung terus-menerus, dan membuat rambut terlihat makin tipis atau muncul area yang botak. Kondisi ini bisa dialami siapa saja, laki-laki maupun perempuan, dan bukan sekadar soal penampilan — kadang ia menjadi tanda ada yang tidak beres dengan tubuh.
Penyebab rambut rontok sangat beragam, mulai dari faktor keturunan sampai kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari merusak rambut. Karena itu, langkah pertama mengatasinya adalah mengenali dulu apa pemicunya, bukan langsung mencoba segala macam produk.
Baca juga:
- Rambut Kering dan Rapuh karena Terik Matahari? Ini 7 Cara Melindunginya Menurut Dokter Kulit
- Ketombe Bikin Gatal dan Tidak Percaya Diri? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya Menurut Dokter Kulit
- Kulit Sensitif Gampang Merah? Ini 7 Cara Merawatnya di Klaten
Penyebab Rambut Rontok yang Sering Diabaikan
Penyebab rambut rontok yang paling umum adalah faktor genetik atau keturunan. Dalam istilah medis kondisi ini disebut alopecia androgenik, dan biasanya muncul seiring bertambahnya usia. Polanya berbeda antara pria dan wanita, tetapi sama-sama membuat rambut menipis secara bertahap.
Perubahan hormon juga kerap menjadi pemicu, terutama pada wanita saat hamil dan setelah melahirkan. Kabar baiknya, kerontokan ini umumnya hanya sementara dan rambut kembali normal dalam tiga sampai empat bulan setelah melahirkan. Perubahan hormon saat menopause pun bisa membuat rambut lebih mudah rontok.
Di luar itu, perawatan rambut yang salah sering luput dari perhatian. Terlalu sering keramas, memakai pengering rambut bersuhu panas, memakai cat rambut, sampai mengikat rambut terlalu kencang bisa merusak akar rambut. Ikatan yang terlalu kuat bahkan bisa memicu traction alopecia, kerontokan akibat tarikan terus-menerus pada akar rambut.
Obat-obatan juga bisa menyebabkan rambut rontok, misalnya obat kemoterapi, obat pengencer darah, obat golongan penghambat beta, dan pil KB. Stres berlebih, kekurangan gizi seperti protein dan zat besi, serta kondisi medis seperti penyakit tiroid, anemia, lupus, dan infeksi kulit kepala turut menjadi penyebabnya.
Cara Mengatasi Rambut Rontok dari Rumah
Cara mengatasi rambut rontok sebaiknya disesuaikan dengan penyebabnya. Bila pemicunya produk perawatan atau obat tertentu, hentikan pemakaiannya selama beberapa bulan dan lihat perubahannya. Untuk obat resep dokter, jangan berhenti sendiri — konsultasikan dulu ke dokter yang meresepkannya.
Rawatlah rambut dengan lembut: gunakan sampo dan kondisioner yang lembut sesuai jenis rambut, jangan menggosok rambut basah terlalu keras, dan kurangi alat penata rambut bersuhu panas. Asupan gizi juga penting: konsumsi makanan kaya protein seperti telur, daging, dan kacang-kacangan, karena rambut tersusun dari protein.
Untuk kebotakan akibat keturunan, dokter dapat meresepkan obat oles atau sampo antirontok berminoxidil, atau obat minum seperti finasteride. Keduanya hanya boleh dipakai atas anjuran dokter. Jangan mengonsumsi suplemen vitamin tanpa anjuran dokter dengan harapan rambut cepat tumbuh kembali.
Kapan Harus ke Puskesmas atau Dokter
Segeralah berkonsultasi ke puskesmas terdekat di Klaten atau ke dokter bila rambut rontok terjadi tiba-tiba atau berlebihan, disertai gatal, kemerahan, atau kulit kepala bersisik, atau bila sudah menyebabkan kebotakan. Dokter akan mencari tahu penyebab pastinya sebelum menentukan penanganan yang tepat.
Rambut rontok memang bisa mengganggu kepercayaan diri, tetapi sebagian besar kasusnya bisa diperbaiki begitu penyebabnya ditemukan dan ditangani. Jangan panik dan jangan menunda — langkah kecil seperti merawat rambut dengan lembut dan menjaga asupan gizi bisa dimulai mulai hari ini.
Sumber: Alodokter; Puskesmas Kuripan, Lombok Barat.
Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps









