Candi Prambanan, Candi Hindu Tertinggi di Indonesia yang Berdiri di Perbatasan Klaten

Wisata288 Views

KLATEN – Berdiri megah di perbatasan Kabupaten Klaten dan Sleman, Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar dan tertinggi di Indonesia. Menara utamanya yang didedikasikan untuk Dewa Siwa menjulang setinggi 47 meter, menjadikannya salah satu keajaiban arsitektur kuno yang paling dikagumi di Asia Tenggara. Sebagian besar kompleks candi seluas kawasan ini berada di wilayah Kabupaten Klaten, sehingga warga Klaten boleh bangga karena mahakarya dunia ini ada di halaman rumah mereka sendiri.

Candi Prambanan dibangun pada pertengahan abad ke-9, sekitar tahun 850 Masehi, oleh Rakai Pikatan dari Wangsa Sanjaya Kerajaan Mataram Kuno. Dalam prasasti Siwagrha, candi ini disebut sebagai persembahan kepada Dewa Siwa, sehingga kerap disebut pula sebagai Candi Siwagrha atau “Rumah Siwa”. Berbeda dengan Candi Borobudur yang bercorak Buddha, Prambanan adalah candi Hindu dengan langgam tinggi dan ramping yang menjadi ciri khas arsitektur Jawa kuno.

Kompleks utama Prambanan didedikasikan untuk Trimurti, tiga dewa tertinggi dalam agama Hindu. Candi Siwa berdiri di tengah sebagai yang terbesar, diapit Candi Wisnu di sisi utara dan Candi Brahma di sisi selatan. Dinding pagar langkan candi dihiasi relief kisah Ramayana yang dipahat dengan sangat detail, sementara candi-candi perwara di sekelilingnya menampilkan kisah-kisah lain dari khazanah epik Hindu. Setiap sudut ukirannya menyimpan cerita yang hidup hingga hari ini.

Baca juga:

Nama Prambanan juga lekat dengan legenda Roro Jonggrang, kisah putri yang meminta dibangunkan seribu candi dalam satu malam. Menurut legenda, Bandung Bondowoso nyaris berhasil dengan bantuan makhluk halus, hingga akal-akalan para dayang menggagalkannya dan sang putri dikutuk menjadi arca. Secara arkeologis pembangunan candi tentu memakan waktu bertahun-tahun dengan teknik sipil yang kompleks, namun legenda inilah yang membuat Prambanan hidup dalam imajinasi rakyat.

Bagi warga Klaten yang ingin berkunjung, kompleks candi buka setiap hari pukul 06.00 hingga 17.00 WIB. Tiket masuk wisatawan domestik mulai Rp50.000 untuk dewasa pada hari kerja dan Rp65.000 pada akhir pekan, sedangkan anak-anak Rp25.000 hingga Rp35.000. Harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan pengelola. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari saat udara masih sejuk atau sore hari sekitar pukul 15.30 untuk menikmati matahari terbenam di balik siluet menara candi.

Pengalaman berkunjung ke Prambanan makin lengkap dengan Sendratari Ramayana yang digelar di panggung terbuka pada malam hari. Tarian kolosal berlatar candi yang diterangi lampu ini memadukan kisah Ramayana dengan keindahan arsitektur kuno, dan menjadi salah satu pertunjukan budaya paling terkenal di Indonesia. Tak heran bila kawasan ini ditetapkan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia pada 1991.

Dari pusat Kota Klaten, perjalanan menuju Prambanan hanya memakan waktu sekitar 30–45 menit melalui Jalan Raya Solo–Yogyakarta. Aksesnya yang mudah membuat candi ini cocok dikunjungi kapan saja, baik untuk wisata keluarga, studi sejarah, maupun sekadar berburu foto senja yang memesona. Jangan lewatkan juga candi-candi kecil di sekitarnya seperti Candi Sewu, Plaosan, dan Sojiwan yang sama-sama berada di kawasan Klaten.

Sumber: travels.id; agenda24.co.id; hargacampur.com; hargatiketjadwal.com; Wikipedia (Prambanan & Kabupaten Klaten).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *