Mengapa Banyak Candi Ditemukan di Klaten, Ini Asal Usulnya

Sejarah, Wisata113 Views

Klaten, Wilayah dengan Banyak Candi yang Menggambarkan Peradaban Masa Lalu

Klaten tidak hanya dikenal sebagai kota seribu umbul, tetapi juga memiliki sejarah panjang yang terwujud dalam banyak candi. Sebagai bagian dari wilayah yang menjadi pusat Kerajaan Mataram Kuno, Klaten memiliki kondisi geografis yang sangat ideal untuk pembangunan candi. Letaknya yang dekat dengan Gunung Merapi, dialiri sungai-sungai, serta struktur tanah vulkanik yang subur membuat wilayah ini menjadi tempat yang cocok untuk membangun bangunan-bangunan suci.

Candi-candi di Klaten tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai simbol kejayaan kerajaan tempo dulu. Mereka mencerminkan nilai religius dan budaya yang tinggi pada masa lalu. Dari candi yang masih utuh hingga yang sudah rusak parah, semua memberikan kesan bahwa Klaten adalah salah satu pusat peradaban Nusantara yang penting.

Fungsi Candi pada Masa Kerajaan

Pada masa kerajaan, candi memiliki beberapa fungsi penting, antara lain:

  • Tempat peribadatan dan ritual keagamaan
  • Lokasi pemujaan dewa-dewa Hindu-Buddha
  • Tempat penghormatan untuk raja atau tokoh penting
  • Pusat kegiatan spiritual dan meditasi

Selain itu, candi juga menjadi simbol kejayaan dan legitimasi kekuasaan kerajaan. Oleh karena itu, banyak candi dibangun saling berdekatan sebagai satu kompleks religius, seperti yang terlihat pada kompleks Candi Prambanan, Candi Sewu, dan Candi Plaosan.

Alasan Banyaknya Candi di Klaten

Banyaknya candi di Klaten tidak terjadi secara kebetulan. Masyarakat Jawa Kuno mengikuti Kitab Manasara Silpasastra dari India sebagai pedoman arsitektur suci. Salah satu syarat utama pendirian candi adalah lokasi yang subur dan stabil. Klaten memenuhi syarat tersebut karena:

  • Dekat dengan Gunung Merapi
  • Dialiri berbagai sungai
  • Struktur tanah vulkanik yang subur
  • Permukaan tanah stabil untuk bangunan batu berukuran besar

Karena itu, banyak candi terletak di wilayah Prambanan-Klaten, yang sejak dahulu menjadi pusat kehidupan masyarakat agraris dan religius.

Klaten sebagai Bagian dari Pusat Kerajaan Mataram Kuno

Kerajaan Mataram Kuno, yang berdiri pada tahun 732 M di bawah Raja Sanjaya, berpusat di kawasan yang kini meliputi Klaten dan daerah sekitarnya. Sebagai kerajaan Hindu-Buddha, pembangunan candi menjadi elemen penting untuk:

  • Tempat persembahan kepada dewa
  • Upacara kerajaan
  • Aktivitas keagamaan biksu dan pendeta
  • Simbol kejayaan dan legitimasi kekuasaan

Karena itu, candi-candi di Klaten sering ditemukan saling berdekatan sebagai satu mandala atau kompleks religius.

Deretan Candi Ternama di Klaten

Berikut adalah beberapa candi ternama di Klaten:

Baca juga:

  1. Candi Plaosan

    Terletak di Desa Bugisan, Prambanan, Klaten. Candi bercorak Buddha ini diperkirakan dibangun pada masa Rakai Pikatan (abad ke-9). Pahatannya mirip Borobudur, Sewu, dan Sari. Candi ini juga terkenal sebagai simbol kisah cinta beda agama antara Rakai Pikatan dan Pramodhawardhani.

  2. Candi Sewu
    Berada di Dukuh Bener, Bugisan, Klaten. Dibangun pada abad ke-8 oleh Rakai Panangkaran, candi ini menjadi pusat kegiatan agama Buddha. Prasasti Manjusrigrta menunjukkan fungsi Candi Sewu sebagai pusat penyempurnaan ajaran Buddha.

  3. Candi Lumbung

    Bercorak Buddha dan dibangun abad ke-9–10. Memiliki bentuk stupa pada atapnya, menandakan fungsi Buddhis yang mirip dengan candi-candi mandala lainnya.

  4. Candi Sojiwan
    Terletak di Kalongan, Kebon Dalem Kidul. Diperkirakan menjadi bagian sebaran dari kompleks Prambanan. Coraknya Buddha dan memiliki relief yang indah.

  5. Candi Bubrah
    Berada di kawasan Prambanan. Saat ditemukan, candi sudah rusak berat dan tinggal reruntuhan setinggi dua meter, karena itu dinamakan Bubrah. Candi ini satu kelompok dengan Candi Sewu dan Lumbung.

  6. Candi Merak

    Terletak di Karanggongko, Karangnongko, Klaten. Bercorak Hindu dan dibangun pada abad VIII–IX. Nama “Merak” diperkirakan berasal dari banyaknya burung merak di sekitar lokasi saat ditemukan. Candi ini telah beberapa kali dipugar.

  7. Candi Gana
    Berada di Dusun Bener, Bugisan. Merupakan candi bercorak Buddha dan termasuk dalam nominasi bangunan warisan dunia sebagai “Candi Asu”. Diduga dibangun pada abad IX berdasarkan komponen arsitekturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *