Berbeda dari soto kebanyakan yang menggunakan ayam atau sapi, Soto Becek Mbah Semar menawarkan pengalaman berbeda dengan potongan daging kambing dan jeroan sebagai menu utama. Keunikan inilah yang membuat Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, tertarik untuk mencicipi dan merekomendasikannya kepada publik.
Perpaduan Rasa Soto dan Gulai
Dalam konten “Kulineran Bareng Mas Ham” di akun Instagram pribadinya, Bupati Hamenang mengungkapkan kekagumannya terhadap cita rasa soto ini. Ia menyebut hidangan tersebut memiliki keunikan tersendiri dibandingkan soto-soto pada umumnya.
“Ini ada salah satu tempat nyoto yang unik banget, selain soto-soto biasa, ini ada inovasi menarik namanya soto becek,” ujar Hamenang dalam video tersebut.
“Jeroan kambing semua ini lur, kayak nasi gulai ya,” imbuhnya menjelaskan isian soto yang didominasi jeroan kambing.
Bupati Klaten pun memuji cita rasa Soto Becek Mbah Semar yang ia deskripsikan sebagai perpaduan sempurna antara soto dan gulai. “Menarik, enak rasanya. Perpaduan antara soto dan gulai, enak,” tegasnya.
Lokasi dan Jam Operasional
Baca juga:
- Info kuliner enak dekat Umbul Ponggok Klaten, ada resto yang estetik hingga warung sederhana
- Pertahankan cara tradisional, Sego Yuyu Pak Jenggot ini sudah terkenal hingga luar Klaten
- Wisata kuliner pinggir air di Klaten, sensasi makan sambil “ngadem” di tepi sungai dan danau
Bagi Anda yang tertarik mencoba, Soto Becek Mbah Semar berlokasi di Jalan Raya Prambanan No.16, Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Tempat ini buka setiap Selasa hingga Minggu mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Perlu diingat, kedai ini tutup pada hari Senin.
Rekomendasi Kuliner Lain dari Bupati Klaten
Tak hanya Soto Becek Mbah Semar, Bupati Hamenang juga rutin memperkenalkan kuliner-kuliner menarik lainnya di Klaten melalui konten “Kuliner Bareng Mas Ham”. Baru-baru ini, ia bersama istri menyambangi Rumah Makan Pendopo Bunga Lawang yang berada di wilayah Glagah, Kelurahan Karangwungu, Kecamatan Karangdowo.
Rumah makan ini menawarkan beragam menu, mulai dari gado-gado, sop matahari, sop manten, soto, sop iga, pecel, hingga nasi ayam goreng. Bupati Hamenang sendiri mencoba sop manten yang isiannya lengkap dengan kuah segar, sementara istrinya memilih pecel.
“Nyobain sop manten, isiannya komplit, kuahnya juga seger, jangan lupa sebagai sekte penganut kecap, kita tambahin. Kalau istri saya nyobain pecel, enak katanya, perpaduan antara pedas dan manis,” ujar Bupati Hamenang.
Rumah Makan Pendopo Bunga Lawang juga memiliki area yang luas, cocok untuk pertemuan keluarga, arisan, atau acara komunitas. Lokasinya berjarak sekitar 17,7 kilometer dari Alun-Alun Klaten atau sekitar 31 menit perjalanan menggunakan sepeda motor.
“Buat dulur-dulur yang melewati daerah Karangdowo dan sekitarnya, bisa mampir lur, tempatnya juga luas biasa buat famili atau grup ibu-ibu, gaske Lur,” ajak Bupati Hamenang.
Bagi para pencinta kuliner, rekomendasi dari Bupati Klaten ini bisa menjadi panduan untuk menjelajahi kekayaan rasa Klaten yang beragam dan autentik.






