infoklaten.com – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tlobong, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, mulai mengambil langkah nyata dalam memperluas jangkauan pemasaran melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah mendaftarkan titik lokasi tempat usaha ke layanan Google Maps agar lebih mudah diakses oleh calon pembeli secara online.
Langkah digitalisasi ini diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) melalui forum edukasi dan pendataan UMKM yang diselenggarakan di Aula Kantor Desa Tlobong pada Sabtu (15/8/2026).
Menembus Pasar Luar Lewat Titik Lokasi Digital
Keberadaan titik usaha di Google Maps menjadi langkah penting bagi UMKM desa untuk mempermudah calon konsumen menemukan rute dan lokasi fisik usaha secara langsung. Selain itu, pendaftaran ini menjadi sarana promosi berbiaya rendah yang efektif bagi pelaku usaha yang selama ini hanya dikenal oleh warga sekitar.
“UMKM perlu mulai memiliki identitas digital yang mudah ditemukan masyarakat. Salah satunya melalui Google Maps. Ketika lokasi usaha sudah tercantum, masyarakat akan lebih mudah mencari dan mendatangi usaha tersebut,” ungkap Laura Aria Zona, salah satu inisiator kegiatan.
Laura menjelaskan, kehadiran penanda digital ini diharapkan mampu menjaring konsumen dari luar wilayah yang sedang mencari komoditas atau jasa tertentu di kawasan Delanggu.
“Selama ini mungkin ada usaha yang sudah berjalan lama, tetapi belum banyak diketahui masyarakat di luar lingkungan sekitar. Dengan adanya titik lokasi di Google Maps, informasi usaha tersebut menjadi lebih mudah ditemukan,” jelasnya.
Ia menambahkan, program ini tidak sebatas pembuatan titik peta, tetapi juga penataan dokumentasi informasi produk secara digital agar informatif dan mudah diakses masyarakat luas.
Baca juga:
- Kisah pengrajin tas rajut asal Klaten, dari warisan nenek moyang di desa kini tembus pasar nasional
- Subsidi Energi 2027 Dipangkas Rp11,4 Triliun, Kuota LPG 3 Kg dan Solar Menyusut
- SK Terbit, 28.626 Manajer Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Mulai Bertugas 25 September
Pendataan Tiap RW untuk Penyusunan Katalog dan Website Desa
Guna memperkuat integrasi data, kegiatan dilanjutkan dengan inventarisasi UMKM di setiap rukun warga (RW) se-Desa Tlobong. Data yang dicatat meliputi nama usaha, jenis dan deskripsi produk, nomor kontak, hingga titik koordinat lokasi.
Seluruh data terstruktur tersebut nantinya diserahkan kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Tlobong sebagai bahan pembuatan katalog digital UMKM yang akan ditampilkan di situs web resmi desa.
“Pendataan ini menjadi langkah awal supaya Pemerintah Desa memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai UMKM yang ada di setiap RW. Jadi bukan hanya mengetahui jumlahnya, tetapi juga mengetahui jenis usaha, produk, kontak, dan lokasi masing-masing,” kata Laura.
Integrasi antara titik Google Maps dan katalog digital website desa diproyeksikan saling melengkapi: peta membantu navigasi pembeli, sedangkan katalog menyajikan detail produk secara komprehensif.
Dukung SDGs Desa Bidang Pertumbuhan Ekonomi
Langkah pemetaan dan digitalisasi usaha masyarakat ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, khususnya poin ke-8 mengenai Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata serta poin ke-9 terkait Infrastruktur dan Inovasi Desa.
Bagi pemerintah desa, basis data terstruktur ini menjadi arsip krusial untuk merumuskan kebijakan pelatihan maupun program pemberdayaan ekonomi masyarakat di masa mendatang.
“Yang kami harapkan bukan hanya kegiatan hari ini selesai kemudian datanya berhenti. Data ini bisa terus diperbarui dan dikembangkan Pemerintah Desa sehingga menjadi bagian dari sistem informasi desa,” pungkas Laura.












