JAKARTA – WhatsApp memperkenalkan fitur kontrol orang tua (parental control) untuk akun remaja. Menurut Kompas Tekno, fitur ini ditujukan bagi pengguna berusia 13–17 tahun dan memungkinkan orang tua atau wali berusia 18 tahun ke atas mengatur bersama penggunaan WhatsApp anaknya.
Fitur ini bersifat opsional. WhatsApp menegaskan kontrol orang tua tidak memberi akses ke isi pesan anak. “Semua percakapan di aplikasi tetap dilindungi enkripsi end-to-end sehingga tidak bisa dilihat siapa pun, kecuali pengirim dan penerima,” demikian keterangan WhatsApp yang dikutip detikInet.
Apa Saja yang Bisa Diatur Orang Tua?
- Privasi akun: siapa yang boleh melihat foto profil anak dan siapa yang boleh menambahkan anak ke grup.
- Interaksi: siapa saja yang bisa berinteraksi dengan anak di WhatsApp.
- Saluran (Channels) dan Status: orang tua bisa menentukan penggunaannya.
- Meta AI: orang tua bisa memilih pengaturan bawaan 13+ atau opsi konten terbatas, menurut detikInet.
Jika remaja ingin melonggarkan pengaturan privasi, mereka harus mendapat persetujuan orang tua lewat PIN yang dibuat orang tua sebelumnya.
Notifikasi Aktivitas Grup
Orang tua akan menerima notifikasi ketika anak bergabung atau keluar dari grup. Notifikasi juga dikirim ketika jumlah anggota grup yang diikuti anak bertambah signifikan. detikInet menyebut ambang notifikasinya saat grup mencapai 30, 100 atau 250 anggota.
Baca juga:
- Hoaks! Surat Komdigi soal Internet Nasional Padam 25–27 September 2026 Dipastikan Palsu
- Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Tapi Belum Tentu Rollover
- Wagub Jateng Ajak Anak Muda Jadi Pencipta Aplikasi AI
Cara Mengaktifkan
Berdasarkan penjelasan detikInet, langkah umumnya sebagai berikut:
- Buka akun WhatsApp anak, masukkan tanggal lahir anak dan konfirmasi usianya.
- Pindai kode QR menggunakan kamera ponsel orang tua.
- Orang tua membuat PIN enam digit.
- Orang tua memverifikasi bahwa dirinya sudah dewasa.
Fitur ini diluncurkan bertahap secara global, jadi mungkin belum langsung muncul di semua ponsel. WhatsApp menyebut kontrol ini akan terus dikembangkan berdasarkan masukan keluarga.
Tetap Perlu Pendampingan
Fitur kontrol bukan pengganti komunikasi. WhatsApp sendiri menyebut fitur ini dirancang untuk mendukung percakapan terbuka antara orang tua dan remaja. Orang tua tetap perlu mengajak anak berdiskusi soal keamanan digital, misalnya tidak membagikan data pribadi, tidak mengeklik tautan mencurigakan dan berani melapor jika mengalami perundungan.
Sumber: Kompas Tekno; detikInet. Gambar: ilustrasi AI.









