KLATEN – Sebuah pesan berantai ramai beredar di grup-grup WhatsApp pekan ini. Isinya mengklaim fitur AI di WhatsApp (Meta AI) bisa mengakses semua percakapan, membuka pesan grup, melihat nomor telepon, hingga data pribadi di ponsel. Admin grup pun diminta segera mengaktifkan “Advanced Chat Privacy” (Privasi Obrolan Lanjutan) dan menyebarkan pesan itu ke grup lain.
Faktanya: Klaim Itu Tidak Benar
Tim Cek Fakta Liputan6.com menyimpulkan klaim bahwa Meta AI bisa mengakses seluruh percakapan grup dan pribadi di WhatsApp tidak benar.
Menurut WhatsApp, pesan dan panggilan pribadi dilindungi enkripsi ujung ke ujung (end-to-end encryption), sehingga hanya pengirim dan penerima yang bisa melihat isinya. Meta AI hanya bisa membaca pesan yang dikirim langsung kepadanya atau yang menandai @Meta AI. Juru bicara WhatsApp, seperti dikutip Liputan6 dari AfricaCheck, menyebut jika pengguna tidak berinteraksi dengan Meta AI, tidak ada informasi yang dikirim ke Meta AI.
Baca juga:
- WhatsApp Rilis Kontrol Orang Tua untuk Akun Remaja, Bisa Atur Privasi dan Grup Tanpa Baca Isi Chat
- Ramai Jual Beli Data Pribadi hingga Data Menkomdigi, Komdigi Gandeng Polri dan BSSN: Jangan Ikut Menyebarkan
- Waspada Quishing, Penipuan Lewat Kode QR Palsu: Begini Modusnya dan Cara Menghindarinya
Lalu, Apa Fungsi Advanced Chat Privacy?
Fitur Privasi Obrolan Lanjutan memang ada dan diumumkan WhatsApp pada 23 April 2025. Namun fungsinya berbeda dengan klaim pesan berantai. Menurut blog resmi WhatsApp, fitur ini mencegah anggota obrolan lain:
- mengekspor isi obrolan;
- mengunduh otomatis media ke ponsel mereka;
- menggunakan pesan di obrolan tersebut untuk fitur AI (misalnya dengan menyebut @Meta AI).
Jadi, fitur ini berguna bila Anda ingin obrolan grup tidak dibawa keluar dari WhatsApp. Mengaktifkannya boleh saja, tetapi bukan karena Meta AI diam-diam membaca semua chat.
Cara Menyikapi Pesan Berantai
- Jangan langsung meneruskan pesan yang meminta “segera sebarkan ke grup lain”.
- Cek dulu di kanal cek fakta media kredibel atau sumber resmi aplikasi.
- Bila menemukan hoaks, balas di grup dengan tautan klarifikasi, bukan meneruskan pesan aslinya.
Sumber: Cek Fakta Liputan6.com (2/10/2026); blog resmi WhatsApp, “Introducing Advanced Chat Privacy” (23/4/2025); AfricaCheck via Liputan6.












