KLATEN, infoklaten.com — Kerajinan sulak atau kemoceng berbahan bulu ayam asli dari Dukuh Ngriman, Desa Karanglo, Kecamatan Klaten Selatan, mencuri perhatian dalam kegiatan Sambung Rasa di Lapangan Desa Karanglo, Jumat (6/11/2026). Produk lokal yang dibuat secara manual itu dipamerkan langsung oleh perajinnya di hadapan warga dan jajaran Pemerintah Kabupaten Klaten.
Salah satu perajin sulak asli Ngriman, Kristiana, memamerkan hasil kerajinan tangannya yang dibuat secara tradisional. Proses pembuatannya tetap mempertahankan ciri khas produk lokal yang menggunakan bahan alami berupa bulu ayam. Di tangan Kristiana, bulu ayam diolah menjadi sulak yang tidak hanya menarik secara tampilan, tetapi juga memiliki nilai guna untuk membersihkan debu di rumah.
Kristiana menjelaskan, sulak dari Ngriman benar-benar terbuat dari bulu ayam, berbeda dengan sulak dari kain atau wol yang banyak beredar. Pembuatan sulak natural tanpa pewarnaan terbilang cepat. Sementara sulak warna-warni membutuhkan proses lebih panjang karena bulunya harus direbus, diwarnai, lalu dijemur di bawah terik matahari hingga kering.
Baca juga:
- Warga Karanglo Klaten Usul Pelebaran Jalan dan Penambahan PJU
- Pasutri Gempol Klaten Kelola 10-15 Ton Sampah Lewat Omah Limbah
- PELNI Resmikan Program Desa Mandiri di Munggung Klaten
Soal harga, sulak Ngriman dibanderol bervariasi, mulai dari sulak mini seharga Rp5.000 hingga ukuran jumbo Rp80.000. Kristiana berharap kerajinannya makin laris dan usahanya terus maju. Warga yang ingin membeli bisa datang langsung ke Heri Sulak di Dukuh Ngriman, Desa Karanglo.
Dalam kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Klaten, Mahanni Yulindha Pratiwi, turut membeli kerajinan sulak asal Ngriman beserta sapu. Dalam sambutannya, Linda menyampaikan kegiatan Sambung Rasa bertujuan mendekatkan pemerintah dengan masyarakat. Melalui kegiatan itu, pemerintah diharapkan terbuka terhadap aspirasi dan responsif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga.
“Saya berharap semoga acara seperti ini bisa menjadi ruang komunikasi antara kedua belah pihak dengan terbuka, santun, dan juga produktif,” kata Linda. Ia menjelaskan kegiatan Sambung Rasa menghadirkan berbagai stan pelayanan dan stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran stan UMKM menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Klaten terhadap pertumbuhan perekonomian masyarakat, khususnya di Desa Karanglo.
Acara Sambung Rasa ditutup dengan sesi dialog untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan penyerahan bantuan kepada warga. Kerajinan sulak Ngriman menjadi contoh ekonomi kreatif desa: bahan sederhana dari lingkungan sekitar, dikerjakan secara manual, dan punya pasar sendiri. Bagi warga Klaten yang ingin mendukung produk lokal, Dukuh Ngriman di Desa Karanglo bisa menjadi tujuan berikutnya.
Sumber: Solopos/Espos.id; laman resmi Pemkab Klaten. Diakses Sabtu, 7 November 2026.
Info belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps












